KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kejari Klaten Fokus pada Tiga Kasus Korupsi


SUARA MERDEKA.COM – Selasa, 12 Agustus 2014

KLATEN, suaramerdeka.com – Ada tiga kasus korupsi yang sedang dalam penanganan aparat Kejaksaan Negeri Klaten, saat ini. Dua di antaranya adalah kasuspenyelewengan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, yakni yang terjadi di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Bayat dan UPK Cawas.

Untuk kasus di Bayat, Kejari sudah mengantongi nama tersangka yakni Ketua UPK non aktif Helmi Aryatun, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. Sedangkan kasus di Cawas, dana yang diselewengkan diduga mencapai Rp 450 juta. Keduanya merupakan dana bergulir masyarakat.

”Dalam kasus PNPM Bayat kami masih memeriksa para saksi, kasus tersebut terbentur hilangnya data selama beberapa tahun. Katanya, hilang saat terjadi gempa 2006 lalu. Tapi kami masih meneruskan kasus ini,” tegas Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, Sugianto kepada wartawan, Selasa (12/8).

Kejaksanaan sudah memanggil sejumlah saksi yang menguatkan dugaan penyelewengan, namun mereka harus menghitung kerugian negara yang diderita akibat kasus tersebut. Sedangkan kasus yang terjadi di Cawas masih dalam tahap penyelidikan, aparat masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti.

Dalam pengumpulan data diketahui, bahwa dana Rp 450 juta tersebut diambilkan dari dana bergulir UPK. Dalam rencana kegiatan disebutkan, bahwa dana akan digunakan untuk membeli tanah. Namun setelah ditelusuri ternyata tanahnya tidak ditemukan, akhirnya  kasus itu dimejahijaukan.

”Kasus di Cawas terkait dengan pengadaan tanah untuk bangunan kantor UPK. Setelah tahun anggaran selesai, dana sudah dikeluarkan namun tanah yang dimaksud ternyata belum dibeli, sehingga kasus ini dilaporkan masyarakat kepada kami,” kata ujar Kasi Intel Kejari Klaten Surono.

Belakangan, dana untuk pembelian tanah digunakan secara pribadi oleh salah satu pengurus non aktif berinisial AG. Kejaksanaan sudah meminta keterangan dari 7 orangs aksi, seperti Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD), UPK dan Camat Cawas. Bila sudah ada bukti kuat, kasus akan ditingkatkan ke penyidikan.

Kajari Sugianto menambahkan, satu kasus korupsi lain yang masih dalam tahap penyelidikan. Saat ini, aparat masih mengumpulkan keterangan saksi dan mencari bukti agar kasus yang merugikan masyarakat itu cepat terungkap.

Dia minta dukungan masyarakat Klaten, karena masyarakat sangat berperan mempercepat pengungkapan kasus korupsi.

( Merawati Sunantri / CN19 / SMNetwork )

Sumber : Suara Merdeka.com

Iklan

13 Agustus 2014 - Posted by | KLATEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: