KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Dewan Soroti Proyek Abadi Jalan Raya


SUARA MERDEKA – Jum’at, 25 Juli 2014

SEMARANG – Kerapnya perbaikan jalan raya dari tahun ke tahun yang selalu dilakukan menjelang Lebaran, menjadi sorotan Komisi D DPRD Jateng.

Hal itu tentunya menjadi pertanyaan ada apa dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Dinas Bina Marga Pemprov Jateng. Anggota Komisi D, Hadi Santoso menyebutkan pemprov dianggap tidak berani menambah anggaran pembangunan infrastruktur jalan raya agar pekerjaan ini tidak menjadi proyek abadi.

”Kalau kondisi ini, seperti ada proyek abadi. Jelang Lebaran pasti ada perbaikan. Ada apa? Kalau Pemprov berani melakukan kontrak tahun jamak atau multiyears untuk pembangunan jalan, kami rasa masyarakat tidak akan terganggu dengan adanya proyek perbaikan jalan menjelang Lebaran,” ucapnya, kemarin. Menurut dia, jika Pemprov berani menambah anggaran infrastruktur jalan raya, setidaknya kontrak tahun jamak dapat terealisasi.

Sayangnya selama ini tidak ada kepastian berapa anggaran untuk pembangunan jalan milik provinsi setiap tahunnya. ”Selama ini proses penganggaran yang terkait administrasi kontrak dan masalah cuaca jadi kendala, mengapa proyek pembangunan jalan menjadi proyek abadi,” tuturnya.

Dijelaskan, proses lelang biasanya baru dimulai pada Januari. Masa lelang membutuhkan waktu 58-62 hari, sehingga Maret baru selesai. Kemudian proses pekerjaan dilakukan selama tiga bulan atau sekitar Juni. ”Itu belum bila ada sanggahan dalam proses lelang dan sebagainya sehingga paling tidak Agustus bisa selesai,” ujarnya.

Belum Berani

Terkait faktor cuaca, praktis pekerjaan juga bisa dilakukan secara efektif mulai Juni sampai Oktober. Sehingga ada kesan proyek pembangunan jalan selalu dilakukan bersamaan dengan Lebaran.

Masalah ini, lanjutnya, bisa diselesaikan salah satunya dengan penyelenggaraan proyek tahun jamak. Sekali melakukan perjanjian kontrak, pekerjaan pembangunan jalan bisa dilakukan sampai dua atau empat tahun secara rutin. ” Jateng belum berani berkomitmen melakukan kontrak tahun jamak karena anggarannya tidak bisa dipastikan,” paparnya. Gubernur Ganjar Pranowo menyebutkan, pada tahun ini nilai anggaran pembangunan infrastuktur di provinsi ini hanya sekitar Rp 1,2 triliun.

Dana tersebut diberikan kepada Dinas Bina Marga Rp 990 miliar, dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Rp 130 miliar. Sementara anggaran bantuan yang diberikan untuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan kabupaten/kota Rp 2,02 triliun, dan infrastruktur desa Rp 430 miliar.(J8,H68- 90)

Sumber : Suara Merdeka

Iklan

25 Juli 2014 - Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: