KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Buron, Totok Divonis Tujuh Tahun


SUARA MERDEKA – Kamis, 24 Juli 2014
image

SEMARANG – Mantan bupati Temanggung Totok Ary Prabowo yang disidangkan secara inabsentia (tanpa kehadiran terdakwa) divonis tujuh tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (23/7). Totok yang masih buron tersebut juga dijatuhi denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu majelis hakim yang diketuai Jhon H Butarbutar juga meminta terdakwa membayar uang pengganti Rp 2,8 miliar subsider tiga tahun dan enam bulan penjara dalam kasus korupsi dana bantuan pendidikan untuk putra-putri anggota DPRD tahun 2004. ‘’Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diancam dalam dakwaan primer Pasal 2 UU Tipikor,’’ kata Jhon dalam sidang yang hanya dihadiri Jaksa Penuntut Umum Mursriyono.

Totok dinilai melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) Undang-undang No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Vonis ini sesuai tuntutan JPU.

Wakil Ketua

Dalam kasus ini, Pengadilan Negeri Temanggung telah menghukum mantan wakil ketua DPRD Temanggung periode 2004-2009, Fatahillah Azzainy satu tahun dan empat bulan penjara. Ia juga didenda Rp 50 juta dan wajib mengembalikan uang negara sebesar Rp 37 juta. Adapun enam mantan anggota DPRD Temanggung periode yang sama, dijatuhi hukuman satu tahun hingga satu tahun dan dua bulan penjara. Mereka adalah Didik Syamsudin, Fuad Riyadi, Sugiyanto, Edi Purwoko, Tri Winarsih, dan R Subagyo.

Perkara ini bermula saat Fatahillah serta Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo, mengesahkan anggaran dana pendidikan  Rp 1,8 miliar pada Januari-Agustus 2004, dan selanjutnya dibagikan kepada 43 anggota DPRD. Setiap anggota Dewan menerima Rp 40 juta. Dana tersebut berasal dari anggaran biaya yang diarahkan bupati untuk dimuat dalam perubahan APBD Temanggung 2004.

Sebelumnya, Totok sudah pernah menjalani hukuman empat tahun dalam kasus korupsi dana pemilu sebesar Rp 2 miliar lebih. Namun sejak Desember 2010 yang bersangkutan telah menghilang dan masuk daftar pencarian orang (DPO) kejaksaan. Majelis hakim juga meminta jaksa penuntut untuk menginformasikan dan menempelkan pengumuman amar putusan tersebut. (J14,J17-80)

Sumber : Suara Merdeka Cetak

Iklan

24 Juli 2014 - Posted by | TEMANGGUNG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: