KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pulang Berlibur, Hotasi Nababan Dieksekusi


Pulang Berlibur, Hotasi Nababan Dieksekusi   

Mantan Dirut PT Merpati Nusantara Airlines, Hotasi Nababan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

 

TEMPO.CO, Jakarta – Bekas Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi Nababan diciduk tim Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa malam di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Hotasi ditangkap terkait dengan kasus korupsi penyewaan pesawat Boeing 737-500 dan Boeing 737-400 dari Amerika Serikat sebesar US$ 1 juta.

Lian Lubis, teman Hotasi, mengatakan alumnus Institut Teknologi Bandung itu ditangkap sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ditangkap, ia baru saja datang dari Bali menggunakan pesawat Air Asia bersama dengan istri dan dua anaknya. Di Pulau Dewata, ia bersama keluarga menghabiskan waktu sampai tiga hari untuk berlibur.

Ia pulang ke Jakarta karena ingin menyaksikan langsung penetapan pemenang pemilihan presiden. “Dia kan salah satu tim sukses pasangan Jokowi-Jusuf Kalla,” kata Lian saat dihubungi, Rabu, 23 Juli 2014.

Begitu tiba di Bandara, ujar Lian, Hotasi yang bersama keluarga sedang menunggu di tempat pengambilan barang tiba-tiba didatangi empat orang. Mereka memperkenalkan diri dari Kejaksaan. Petugas kemudian menunjukkan surat eksekusi kepada Hotasi. “Selamat malam, Pak Hotasi. Kami membawa surat eksekusi dari Kejaksaan,” tutur Lian menirukan cerita Hotasi. (Baca: Kejagung Kasasi Putusan Bebas Hotasi)

Hotasi terkejut. Ia sempat bernegosiasi dengan tim Kejaksaan agar tidak ditangkap. Namun petugas berkukuh dan tetap membawa Hotasi ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, saat itu juga. Menurut Lian, Hotasi tidak melawan. Ia pasrah.

Namun istri dan anaknya tidak terima. Bahkan anak kedua, yang masih duduk di sekolah dasar, menjerit histeris dan sempat menjadi perhatian banyak orang. “Papa hilang, Papa hilang,” tutur Lian menirukan anak Hotasi.

Meski begitu, tim dari kejaksaan tidak menggubris jeritan anak Hotasi. Mereka tetap membawa Hotasi ke Sukamiskin dengan dikawal dua mobil polisi. Hotasi tiba di Bandung sekitar pukul 22.00 WIB. Disusul istrinya, Evelyn Nababan, yang tiba sekitar pukul 23.30 WIB untuk menjenguk.

Sebelumnya, jaksa dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Di tingkat kasasi, Hotasi divonis hakim agung yang diketuai Artidjo Alokstar dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Padahal majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sudah memvonis bebas Hotasi Nababan. Majelis hakim Pengadilan Tipikor menilai Hotasi tak terbukti merugikan negara dan memperkaya diri sendiri atas penyewaan dua unit pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-500 dari Amerika Serikat. (Baca: Putusan Bebas Eks Bos Merpati Dinilai Wajar)

ERWAN HERMAWAN

Sumber : Tempo.Co

23 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: