KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Perkara Bupati Sragen Digelar Usai Lebaran


SUARA MERDEKA – Rabu, 23 Juli

SEMARANG – Gelar perkara kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman dilaksanakan usai Lebaran.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng Ali Mukartono mengungkapkan, tiga hari sebelumnya telah diterima berkas pra penuntutan kedua dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng kepada jaksa penuntut umum pada Kejati Jateng. Pada berkas yang pertama sudah diberikan petunjuk penuntut umum untuk dilengkapi.

’’ Saya sudah konfirmasi ke Asisten Pidana Umum (Aspidum) dan gelar perkara kasus dengan tersangka Bupati Sragen akan digelar usai Lebaran,’’ papar Ali Mukartono di kantornya, Selasa (22/7).

Menurut Ali, pelimpahan dari penyidik ini masih sebatas pemenuhan petunjuk jasa. Hasilnya belum diketahui, apakah sudah sesuai atau belum. ’’ Oleh Aspidum dijawab masih dipelajari baru nanti selanjutnya gelar perkara,’’ tuturnya. Aspidum, Wisnaldi Jamal sendiri ketika dikonfirmasi tentang kasus ini enggan menjelaskan dan menolak berkomentar lebih jauh.

Izin Presiden

Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman telah ditetapkan sebagai tersangka pada Desember tahun lalu atas dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp 800 juta. Hingga kini, tersangka belum ditahan karena membutuhkan izin dari presiden. Ia dijerat Pasal 375 KUHP tentang penipuan.

Kasus ini bermula setelah Agus Bambang Haryanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukoharjo melaporkan bupati karena kecewa tidak jadi diangkat menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen. Padahal sebelumnya, Agus Fatchur Rahman telah menjanjikan kepada Agus Bambang Haryanto untuk menjadi Sekda Sragen bila nanti dirinya terpilih menjadi Bupati Sragen periode 2011-2016.

Dengan jaminan itulah, Bambang Haryanto mengucurkan bantuan keuangan sebesar Rp 800 juta untuk keperluan pemilihan kepala daerah (pilkada). Semula Agus meminta dicarikan dana pencalonan sebesar Rp 1 miliar. Lalu ada uang sebesar Rp 800 juta yang didapat dari hasil penjualan tanah dan rumah di Semarang yang ditransfer kepada Agus Fatchur Rahman dalam empat tahap.

Sejak terpilih dan menjabat sebagai bupati pada Mei 2011 hingga Februari 2013, rupanya nama Bambang Haryanto tidak juga menduduki posisi itu. Bahkan saat ditagih janji tersebut, Bupati Sragen malah mengembalikan uang Rp 750 juta. Bambang pun merasa ditipu hingga akhirnya melapor ke polisi. (J14,J17-80)

Sumber : Suara Merdeka

Iklan

23 Juli 2014 - Posted by | SRAGEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: