KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Korupsi untuk Biayai Pengobatan Keluarga


SUARA MERDEKA – Selasa, 22 Juli 2014

  • Kasus BKK Kendal

SEMARANG – Terdakwa Pulanggeni Maherbudi mengaku terpaksa korupsi untuk membiayai keluarganya yang sakit gagal ginjal dan sakit jiwa.

Karenanya ia pun nekat me­la­kukan tindakan korupsi di Per­usahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Kendal sehingga merugikan negara hing­ga Rp 1,2 miliar. Dalam pe­me­riksaan terdakwa tersebut, Pu­langgeni mengaku menyiasati de­ngan tidak menyetorkan pe­ngembalian kredit nasabah da­lam­ kas. Tak hanya itu, terdakwa juga memalsukan sejumlah data dari pengajuan pinjaman nasa­bah.

”Saya nekat karena keluarga sa­ya sakit gagal ginjal dan sakit ji­wa butuh biaya besar,” ujar Pu­lang­geni di hadapan majelis ha­kim yang diketuai Gatot Susanto di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/7).

Hakim Gatot Susanto mena­nyakan bagaimana aksi itu bisa dilakukan tanpa sepengetahuan atasannya. Terdakwa yang merupakan mantan Pelaksana Tugas (Plt) Bidang Pemasaran di BKK Kendal ini cukup lihai dalam men­jalankan aksinya. Peng­alam­annya selama 20 tahun be­kerja membuat terdakwa cukup paham seluk beluk untuk menyiasati tindakan korupsi tersebut.

Sak­si-saksi yang dihadirkan dalam persidangan juga mengaku namanya dipakai dalam peng­a­juan kredit, meskipun se­benarnya sudah melunasinya ataupun pengajuan pinjaman yang awalnya ditolak ternyata digunakan kembali oleh terdakwa untuk mendapatkan dana segar.

Sita

Jaksa penuntut umum, Ma­liki dari Kejaksaan Negeri Ken­dal menyatakan, harta benda terdakwa telah disita seperti tanah seluas  2.500 meter persegi serta sebidang tanah. Namun nilainya tidak sebanding dengan harta yang diperoleh dari korupsi yang dilakukannya. Dalam dakwaan se­belumnya, ada dugaan sejumlah kegiatan yang berkaitan de­ngan hasil korupsi seperti toko sem­bako dan kelontong lalu bisnis sapi. Terdakwa juga diketahui gemar bermain judi kupon putih.

Sidang akan dilanjutkan 4 Agustus mendatang dengan agen­da mendengarkan tuntutan jak­sa penuntut umum. (J14,J17-72)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/07/22/268151/Korupsi-untuk-Biayai-Pengobatan-Keluarga

22 Juli 2014 - Posted by | KENDAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: