KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pemberantasan Korupsi lebih Barmakna


SUARA MERDEKA – Minggu, 20 Juli 2014
image

RAMADAN kali ini merupakan kali ketiga dijalani Bambang Widjojanto menjabat wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bidang Penindakan.

Dengan beban tanggung jawab dan amanah sebagai pimpinan KPK, Bambang pun tetap menyambut Ramadan dengan sukacita. Di tengah rasa sukacita, doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran ini mengaku menyimpan kegundahan.

”Saya merasa dalam Ramadan tahun ini, apakah saya dapat bertemu dengan Ramadan lagi tahun depan atau tidak. Atau apakah tahun ini dapat bisa dilewati hingga akhir,” kata Bambang ditemui di lantai 3 Gedung KPK, belum lama ini.

Dia pun berharap, setiap detik di bulan Ramadan ini dapat bermakna di sisi Allah Swt. Peraih penghargaan Robert F Kennedy Human Right Awards tahun 1993 karena dinilai konsisten membela hak-hak warga Papua ini pun berharap izin Allah untuk bertemu dengan Ramadan di tahun-tahun berikutnya.

”Dan berharap upaya pemberantasan korupsi jadi bagian yang membuat Ramadan menjadi bermakna,” ujarnya. Bambang juga menceritakan pengalaman spiritual yang paling mengesankan. Peristiwa itu terjadi pada Ramadan beberapa tahun lalu, saat diaa bersama istri melakukan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan di Majid Nabawi Madinah.

Itulah pengalaman pertama itikaf di 10 hari terakhir Ramadan,”ujar Bambang. Nama Bambang sebelum menjadi salah satu pimpinan KPK telah terlibat dalam berbagai aktivitas. Di awal karier, Bambang bergabung dengan lembaga bantuan hukum (LBH), seperti LBH Jakarta, LBH Jayapura (1986-1993), dan Yayasan LBH Indonesia menggantikan Adnan Buyung Nasution menjadi Dewan Pengurus Yayasan LBH Indonesia (1995-2000). S

Selalu Penuh

Dia menceritakan, saat itu masjid penuh sesak, seolah tidak satu jengkal pun kosong tak terisi oleh jamaah. Jamaah pun berasal dari berbagai Negara dengan berbagai kebiasaan.

Ada jutaan orang hadir dalam satu periode menghidupkan masjid. ”Sendiri tapi bersama-sama. Sendirian bermunajat pada Tuhan walau dikerjakan bersama,”kata penerima penghargaan Robert F Kennedy Human Right Awards (1993) karena dinilai konsisten membela hak-hak warga Papua.

Pendiri Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) bersama almarhum Munir ini merasa saat itu begitu banyak orang berbondong-bondong menghidupkan malam dan hari-harinya untuk sang Khalik. Dan pada saat itulah hidup menjadi lebih bermakna. ”Pada saat kita menihilkan diri maka pada saat itulah kita menjadi bermakna,” kata pria kelahiran Jakarta, 18 Oktober 1959 ini. (Mahendra Bungalan-80)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/07/20/268009/Pemberantasan-Korupsi-lebih-Barmakna

Iklan

20 Juli 2014 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: