KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus Korupsi Tol Mantingan-Solo: Kelebihan Rp 284,4 Juta Jadi Rayahan


SUARA MERDEKA – Sabtu, 19 Juli 2014

  • Kasus Korupsi Tol Mantingan-Solo

SEMARANG – Kelebihan pembayaran Rp 284,4 juta dari penggantian uang proyek ruas jalan tol Solo-Mantingan yang melewati tujuh bidang di Desa Singopadu, Sidoharjo, Sragen, menjadi rayahan aparatur desa setempat.

Hal itu mencuat dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Tol Solo-Mantingan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, kemarin. Menjadi terdakwa kasus tersebut Sutaryono yang menjabat kepala desa (kades) setempat.

Ninik Suwarni (Kaur Keuangan), dan Priyadi (Kebayan) yang diduga ikut terlibat turut dihadirkan dalam sidang. Menjadi saksi dalam kasus tersebut Chusnan dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng. Dipaparkannya, sisa uang itu juga dipegang personal dan tidak semua masuk kas desa sehingga dalam kasus ini berapa saldo terakhir kas tidak terekam.

Kasus ini bermula saat Kementerian PU hendak membangun ruas jalan tol Solo-Mantingan (Ngawi) sebagai bagian trans Jawa. Saat pengadaan lahan di Desa Singopadu, tol melewati tujuh bidang tanah kas desa. Dari tanah kas desa itu, diberikan ganti rugi dari APBN sekitar Rp 3,1 miliar, serta Rp 715 ribu untuk tanaman dan Rp 12 juta untuk sumur. Guna bisa meloloskan pengadaan lahan, Sutaryono selaku Kades membentuk panitia guna mencari lahan pengganti.

Ninik memperoleh enam bidang tanah pengganti, kemudian Priyadi mendapatkan tiga bidang. Dalam dakwaan jaksa disebutkan, sembilan bidang ini seharusnya seharga Rp 2,396 miliar tetapi dibayarkan Rp 2,68 miliar. Dengan demikian ada kelebihan pembayaran Rp 284,8 juta.

Piknik dan Bantuan RT

Adanya ketidaksesuaian harga ini berasal dari empat bidang tanah yang dibeli Ninik dan Priyadi (lihat grafis). Adanya kelebihan pembayaran ini hanya dilaporkan oleh Ninik sebesar Rp 91 juta, sedangkan Priyadi hanya melaporkan Rp 35 juta totalnya menjadi Rp 126 juta.

Sutaryono pun membagi-bagikan uang ini ke sejumlah pihak. Dirinya pun mendapatkan jatah Rp 50 juta, kemudian Yatno (Kebayan III) dapat Rp 35 juta, Priyadi Rp 10 juta, Ninik sebesar Rp 12 juta. Bahkan lima anggota panitia pengadaan tanah masingmasing menerima jatah Rp 4 juta.

Tidak hanya dibelikan sembilan bidang tanah pengganti Rp 2,6 miliar, terdapat pula penggunaan uang lain Rp 482,7 juta. Uang ini untuk operasional dan honor Rp 126 juta, bantuan RTRp 10,5 juta, bantuan BPD Rp 10 juta, biaya sertifikat tanah Rp 30 juta dari yang sebenarnya hanya Rp 5,9 juta, bantuan PKK Rp 5 juta dan juga piknik ke Lamongan Rp 3,5 juta. (J14,J17-90)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/07/19/267879/Kelebihan-Rp-2844-Juta-Jadi-Rayahan

19 Juli 2014 - Posted by | SRAGEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: