KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Jokowi-JK Menang di 35 Kabupaten/Kota


SUARA MERDEKA – Sabtu, 19 Juli 2014

image

SEMARANG – Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla memperoleh 12.959.540 suara di Jawa Tengah, unggul atas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang meraup 6.485.720 suara.

Hasil rekapitulasi Pilpres 9 Juli 2014 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng semalam menunjukkan pasangan calon nomor dua tersebut menang di seluruh 35 kabupaten/kota. Kemenangan telak Jokowi-JK antara lain di Surakarta dengan selisih 231.496 suara dan Klaten dengan selisih 343.596 suara. Jumlah pengguna hak pilih 19.668.404, dengan suara sah 19.445.260 dan tidak sah 223.144.

“Secara umum proses rekapitulasi hari ini berjalan lancar. Namun, penetapan hasil rapat pleno tertunda karena Bawaslu meminta rekapitulasi ulang di dua PPS di Kabupaten Wonogiri dan satu di Karanganyar, sehingga sidang diskors dan dilanjutkan Sabtu (19/7),” kata Ketua KPU Jateng Joko Purnomo, kemarin.

Menurutnya, rekapitulasi diulang karena dilakukan pada 9 Juli, padahal seharusnya 10-12 Juli. Alasannya, menunggu pertandingan final Piala Dunia. Meski demikian, hasil rekap ulang jumlah suara tetap sama.

Pelanggaran

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah Teguh Purnomo mengatakan, pihaknya merekomendasikan rekapitulasi ulang tingkat desa di 23 PPS. Di antaranya di Desa Suruh Kalang, Kecamatan Jaten, Karanganyar, dan Desa Mrisen, Kecamatan Wonosalam, Demak.

Selain itu di Kendal ada 19 desa yang terdiri atas 13 desa di Kecamatan Pageruyung, 3 desa di Kecamatan Sukorejo, dan 3 desa di Kecamatan Lubangan. Di Wonogiri ada dua desa yaitu Suco, Kecamatan Slogohimo dan Tremes, Kecamatan Sidoharjo. “Rekap ulang dilakukan karena PPS melakukan rekapitulasi tidak sesuai dengan tahapan sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2014 tentang Tahapan Pilpres.

Mereka melakukan rekap pada 9 Juli, padahal seharusnya tanggal 10, 11, dan 12 juli. Jadi mereka mendahului tahapan,” tuturnya. Bawaslu juga memerintahkan Panwaslu Purworejo memeriksa klarifikasi KPU Purworejo karena menyajikan formulir DB yang berbeda antara yang diberikan pada saksi dan Panwaslu. Kecurigaan muncul karena KPU Purworejo mengubvah berita acara hasil rekapitulasi dan sertifikat penghitungan suara.

“Ini bisa masuk pelanggaran administrasi, kode etik, atau pidana. Melanggar UU No 42 Tahun 2008 Pasal 242 ayat 1 dan 2 serta Pasal 244, dengan ancaman pidana paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 bulan, denda paling sedikit Rp 6 juta dan paling banyak Rp 12 juta,” jelasnya. (J8,H68-59)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/07/19/267892/Jokowi-JK-Menang-di-35-KabupatenKota

19 Juli 2014 - Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: