KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Bupati Karawang Ditahan di Rutan Guntur, Istrinya di Rutan KPK


JAWA POS – Sabtu, 19 Juli 2014

JAKARTA –Sesudah menjalani pemeriksaan 15 jam, Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya, Nurlatifah, ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan terhadap pengembang properti. Untuk keperluan penyidikan, penahanan pasangan suami istri itu dipisahkan.

Ade ditahan Jumat malam (18/7) di Rutan KPK Cabang Pomdam Guntur, sedangkan Nurlatifah ditempatkan di rutan gedung KPK. Ade ditangkap dalam operasi KPK tepat ketika dirinya mengikuti safari Ramadan.

KPK sempat kesulitan menangkap Ade. Dia baru bisa digiring penyidik KPK Jumat pukul 01.46. Padahal, sejak Kamis malam ada lima orang, termasuk istri Ade, Nurlatifah, yang berhasil dibawa ke KPK.

Ketua KPK Abraham Samad menceritakan, saat itu Ade bersafari Ramadan dari satu tempat ke tempat lain. ”Setelah dari kegiatan yang terakhir, yang bersangkutan kami tangkap,” ujarnya. Ade dan Nurlatifah disangka memeras PT Tatar Kertabumi dengan meminta uang Rp 5 miliar untuk perizinan penerbitan surat persetujuan pemanfaatan ruang atau SPPR. Izin tersebut diperlukan untuk pembangunan mal di Karawang, Jawa Barat. ”Istrinya juga memiliki peran dalam perkara ini. Dia yang menerima uang hasil pemerasan,”tutur Abraham.

Nurlatifah bisa dijerat sebagai tersangka karena juga berstatus penyelenggara negara. Istri Ade adalah anggota DPRD Karawang dari Partai Gerindra.

Abraham mengatakan, Ade meminta uang kepada PT Tatar Kertabumi dalam bentuk USD. Uang yang dirampas sebesar USD 424.349.

Sebenarnya KPK telah lama mengincar Ade. Hanya, penyerahan uang baru terjadi Kamis malam. Bahkan, rencana operasi tangkap tangan disiapkan KPK sejak akhir pekan lalu. Namun, ketika itu penyerahan uang dari PT Tatar Kertabumi kepada Ade tak kunjung dilakukan.

Nah, baru Kamis malam KPK mencium adanya upaya penyerahan uang. Pihak PT Tatar pun telah menukarkan uang Rp 5 miliar ke pecahan dolar AS sesuai dengan permintaan Ade. Tugas serah terima uang itu didelegasikan kepada sang istri. Nurlatifah lantas menyuruh adik kandungnya bertemu dengan pihak PT Tatar untuk mengambil uang tersebut.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menceritakan, setelah buka puasa, serah terima uang terjadi di pusat perbelanjaan di Karawang. ”Dari situ, sejumlah pihak kami amankan dan bawa ke Kantor KPK,” kata Bambang. Dari mal itu, ditangkaplah pihak PT Tatar, adik Nurlatifah bersama seorang sopir, dan dua pegawai money changer.

Penyelidik KPK lantas bergerak ke rumah dinas bupati Karawang. Namun, ternyata di rumah itu hanya ada Nurlatifah. Sedangkan Ade sedang melakukan safari Ramadan ke sejumlah tempat.

KPK sempat memancing Ade dengan menghubungi ponselnya melalui sang istri. Namun, upaya itu gagal. Sampai akhirnya KPK berhasil mengendus keberadaan Ade dan menangkapnya setelah acara safari Ramadan berakhir. Ade menjadi bupati sejak 2010. Dia diusung Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra, dan Partai Bulan Bintang. (gun/c11/sof)

Sumber : http://www.jawapos.com/baca/artikel/4654/Bupati-Karawang-Ditahan-di-Rutan-Guntur-Istrinya-di-Rutan-KPK

19 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: