KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Budi Mulya Dihukum 10 Tahun


SUARA MERDEKA – Kamis, 17 Juli 2014
image

JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Tin­dak Pidana Korupsi, Jakarta, menjatuh­kan putusan pidana sepuluh tahun penjara ke­pada Budi Mulya. Mantan salah satu petinggi Bank Indonesia ini dianggap terbukti menyalahgunakan wewenang da­lam memberikan Fasilitas Penda­naa Jangka Pendek (FPJP) dan me­ne­tapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

”Menjatuhkan hukuman pidana ke­pada terdakwa Budi Mulya de­ngan pidana penjara selama 10 tahun, dikurangkan dari masa ta­han­an seluruhnya,” kata Ketua Ma­jelis Hakim Afian­tara, saat membacakan amar putusan Budi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (16/7).

Budi juga diganjar pidana denda sebesar Rp 500 juta. Jika tidak dibayar, maka diharuskan mengganti dengan pidana kurungan selama lima bulan. Menurut Afiantara, pertimbangan memberatkan Budi ada­lah perbuatannya kontraproduktif da­lam upaya pemberantasan korupsi, merusak citra Bank Indonesia, tidak menjadi teladan, tidak mengakui perbuatan, dan kerugian nega­ra sangat besar. Sementara pertimbangan meringankan adalah sopan selama persidangan dan memiliki tanggungan keluarga.

Budi dituntut pidana penjara selama 17 tahun penjara. Jaksa penuntut umum juga menuntutnya dengan denda Rp 800 juta subsider 8 bulan kurungan.

Bersama-sama

Budi Mulya terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU No 31/1999 tentang Tindak Pidana Ko­rupsi sebagaimana telah diubah de­ngan UU No 20/2001 tentang Peru­bah­an Atas UU No 31/1999 tentang Pem­berantasan Tindak Pidana Ko­rupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Ki­tab Un­dang-Undang Pidana juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana, sebagaimana dakwaan primer.

Afiantara menambahkan, Budi terbukti melakukan tindak pi­dana korupsi secara bersa­ma-sama dan berlanjut dengan Boe­diono, Miranda Swaray Goel­tom, Siti Chalimah Fa­djri­jah, (alm) S Budi rochadi, Mu­lia­man Darmansyah Hadad, Hartadi Agus Sarwono, Ardha­yadi Mito­dar­wo­no, Raden Pardede, Ro­bert Tantular dan Hermanus Ha­san Muslim.

Dikatakan, perbuatan itu adalah kelalaian dalam penetapan bank gagal berdampak sistemik dan pe­ngu­curan Fasilitas Pendanaan Jang­ka Pendek (FPJP) Rp 689 mi­liar dan pe­nyer­taan modal sementara Rp 6,7 triliun kepada Bank Cen­tury.

Sementara itu, Budi Mulya me­nyatakan akan mengajukan banding atas putusan sepuluh tahun penjara yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Mantan deputi Gubernur Bank Indonesia merasa majelis hakim tidak memahami prinsip pencegahan krisis ekonomi pada 2008.

”Saya, Budi Mulya, menyatakan banding atas putusan yang majelis hakim bacakan hari ini,” kata Budi selepas berunding de­ngan tim kuasa hukum­nya.Ketua tim jaksa penuntut umum, Kemas Abdul Roni, menyatakan pikir-pikir. ”Kami menyatakan pikir-pikir yang mulia,” ujar Roni.

Saat menuju ruang sidang untuk mendengarkan vonis, Budi tampak agak emosional. Ke­pada wartawan, Budi me­nga­takan, se­ha­rusnya penum­pang gelap da­lam kebijakan yang diusut. Ia ber­harap majelis ha­kim menyata­kan kebenaran dalam putusannya.

”Kalau ada penumpang ge­lap dalam kebijakan, harusnya itu yang dikejar. Jangan saya. Saya me­ngabdi di bidang moneter. Sa­ya minta semuanya sama-sama menyaksikan apa pertimbangan majelis hakim pada putusan besar ini. Kita harus cari kebenar­an yang sebenarnya. Dan saya yakin kebenaran harus tampil me­­nga­lahkan kebatilan,” ujar Budi.

”Kalau boleh cerita, jaksa menyalahkan apa yang diambil BI dan pemerintah sebagai kesa­lahan. Kebijakan dianggap kesa­lahan. Siapa institusi yang bisa menganggap kebijakan itu sa­lah? Hanya MK (Mahkamah Kons­titusi) yang bisa menganggap kebijakan itu salah. Saya agak emosi tetapi itu keluar dari sa­ya sendiri. Karena itu saya ber­harap kita harus munculkan ke­benaran,” tandasnya.(D3-25,90)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/07/17/267729/Budi-Mulya-Dihukum-10-Tahun-

19 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: