KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Seleksi Sekda Dinilai Pesanan


SUARA MERDEKA – Kamis, 17 Juli 2014

SEMARANG –  Proses seleksi calon sekretaris daerah (sekda) Pemprov Jateng mendapat sorotan dari anggota Komisi A DPRD Jateng.

Anggota Komisi A DPRD Ja­teng, Prajoko Haryanto menuding proses seleksi itu sarat dengan ke­pen­tingan atau pesanan dari ke­lom­pok tertentu dan tidak trans­paran.

Menurut dia, nama-nama yang lolos justru menyingkirkan pejabat senior di lingkungan Pemprov Jateng. Bahkan disinyalir beberapa pejabat yang dulu dekat dengan man­tan sekda Hadi Prabowo ingin dihalangi.

“Pejabat yang dulu dekat Hadi itu seperti Siswo Lak­sono (Asis­ten Pemerintahan) dan Tegoeh Wy­narno Haroeno (Ke­pala Dinas Per­kebunan),” ujarnya.

Proses seleksi juga dinilai sarat kepentingan politis, seperti ma­suknya Sugeng Hariyono, Ka­puslitbang Pemerintahan Umum dan Kependudukan BPP Kemen­dagri. “Apalagi setelah ditelusuri, ada calon dari Yogyakarta yang dulu teman seangkatan Ganjar di UGM,” tuturnya.

Meski berdasarkan undang-undang jabatan Sekda diperbolehkan diisi oleh eksternal, menurut Prajoko, hal itu justru melukai kader Korpri Jateng yang selama ini merintis jabatan dari bawah.

“Sebaiknya ambil dari kader terbaik Korpri Jateng saja. Tapi apa pun keputusannya, itu hak gubernur,” tandasnya.

Tak Miliki Tendensi

Terpisah, Ketua Timsel Prof Sudharto PH menyatakan penjaringan itu sudah transparan. Kredibilitas para akademisi yang terlibat di dalamnya tak boleh dipertaruhkan. Semuanya sangat terbuka dan tidak ada yang memiliki tendensi apa pun, kecuali mendapatkan calon sekda paling berkualitas.

“Saya, Rektor UGM Prof Pra­tikno, Ekonom UGM Prof Sri Adi­ningsih, Rektor Unika Soegi­jopranata Prof Budi Widianarko, Kepala Lembaga Aparatur Nega­ra (LAN) Prof Dr  Agus Dwi­yan­to, mantan gubernur Jateng Ali Mufiz, dan Wakil Gubernur Ja­teng Heru Sudjatmoko jelas tidak mungkin berbuat lancung. Setiap calon dicermati kemampuannya termasuk rekam jejak mereka,” kata Rektor Undip itu.

Menurut Sudharto tahapan seleksi sangat berat. Mereka yang tak berkompeten jelas tercoret. Selain itu, dalam penilaian pihak­nya tidak melihat figur calon sek­da. Anggota timsel bahkan ti­dak mengetahui penyusun naskah akademi lantaran tidak menyertakan nama kecuali buah pemikiran mereka.

Tidak hanya itu, rekam jejak para kandidat akan ditelusuri oleh tim kecil yang terdiri dari tiga staf khu­sus Gubernur Ganjar Prano­wo. Mereka akan menelusuri jejak karier, sikap dan kepribadian serta persoalan khusus lain.

“Ada beberapa masukan dari masya­rakat. Sekarang tim kecil sedang mengklarifikasinya,” kata Ganjar.

Mereka yang ditelusuri adalah tujuh orang yang lolos tes panitia seleksi, yakni  pejabat di Kemen­terian Dalam Negeri, Sugeng Hariyono. Selain itu, enam orang dari internal Pemprov Jateng, yakni Arief Irwanto (Kepala Satpol PP), Ihwan Sudrajat (staf ahli gubernur), Sri Puryono (Plt Sek­da), Yuni Astuti (Kepala BP­MD), Sudjarwanto Dwiatmo­ko (Kepala Dinas Koperasi dan UMKM), dan Herru Setiadhie (Kepala Bappeda).

Ganjar menyatakan, dirinya berharap ada lebih dari satu perempuan yang menjadi calon. Sebab, ia meyakini banyak PNS perempuan mumpuni dan ber­kualitas untuk memimpin biro­krasi di Jateng. Namun, ternyata hanya satu yang lolos hingga tahap tujuh besar.

“Laki-laki atau perempuan tidak masalah bagi saya untuk jadi sekda. Yang penting terbaik ,” ka­ta­nya.  (J8,H68,H41-71)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/17/267708

18 Juli 2014 - Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: