KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Rombongan Haji Suryadharma Ali Disidik


SUARA MERDEKA – Jum’at, 18 Juli 2014

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa saksi-saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait penyelenggaraan haji pada 2012-2013 di Kementerian Agama.

Lembaga antirasuah itu memanggil saksi yang selama ini disebut-sebut ikut rombongan haji pada 2012 bersama Suryadharma Ali saat masih menjabat Menteri Agama. Penyidik KPK, kemarin, memanggil staf khusus Menteri Agama Guritno Kusumo Danu dan istrinya Titiek Murrukmihati, anggota DPR Komisi VI dari Fraksi Partai Hanura Erik Satrya Wardhana, serta istri salah seorang staf khusus Menag Etty Triwi Kusumaningsih.

Selain itu, KPK memeriksa orang dekat Suryadharma Ali, Richard Lessang Frans dan istrinya Inani Arya Tangkari, serta Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Banten Muhammad Mardiono.

”Para saksi diperiksa untuk tersangka SDA (Suryadharma Ali),” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Kamis (17/7). Pada Rabu (16/7) lalu, penyidik KPK memeriksa istri Suryadharma, Wardhatul Asriah dan menantunya Rendhika Deniardy Harsono.

Rendhika merupakan suami anak sulung Suryadharma, Kartika Yudhisti. Penyidik juga memanggil Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Joko Purwanto dan istrinya Deasy Aryani Larasati.

Mereka juga disebut-sebut ikut rombongan haji Suryadharma pada 2012. Sebelumnya, KPK memanggil Kepala Sub Direktorat Dokumen dan Perlengkapan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama Suryo Panilih, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis, mantan ketua Teknis Urusan Haji (TUH) Jeddah M Syaerozi Dhimyati, mantan kepala Sub Direktorat Biaya Penyelenggaraan Haji/Sekretariat Ditjen Pelayanan Haji dan Umrah Khazan Faozi, Kepala Sub Direktorat Akomodasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Subhan Cholid.

KPK juga memanggil Kepala Sie Pendaftaran Siskohat Kementerian Agama Nurcholis, mantan kepala Bagian Siskohat Kementerian Agama Amin Akas, mantan kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Ariyanto, dan Abdul Wadud Kasyful Anwar, sekretaris mantan menteri Agama Surydharma Ali. Namun Wadud yang menjalani pemeriksaan selama delapan jam tidak berkomentar saat ditanya soal pemeriksaannya. Mengenakan kemeja warna krem, dia meninggalkan Gedung KPK sekitar pukul 18.00.

Pengumpulan Bahan

Sebagaimana diberitakan, KPK akhirnya menetapkan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait penyelenggaraan haji di kementerian yang dipimpinnya. Dalam kasus ini, KPK melakukan pengumpulan bahan dan keterangan hingga ke Arab Saudi.

Berkaitan dengan proses penyidikan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama pada tahun anggaran 2012 dan 2013, penyidik KPK sudah beberapa kali melakukan pengumpulan bahan dan keterangan, baik berupa dokumen maupun keterangan para pihak termasuk juga pejabat di Kementerian Agama. Penyidik menjerat Suryadharma dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU No 31/1999 jo 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 KUHP.

Dari sangkaan pasal berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan dan kerugian negara, ada unsur pihak lain yang diuntungkan dalam konteks ini. Hingga saat ini KPK baru menetapkan satu orang tersangka, yakni Suryadharma. Terpisah Ketua DPW PPP Muhammad Mardiono menjadi salah satu orang yang ikut dalam rombongan ibadah haji bareng Suryadharma Ali (SDA) buka-bukaan mengenai mekanisme bagaimana bisa menjadi bagian dari rombongan tersebut. ”Saya ikut dalam rombongan haji pada 2012.

Kemenag katanya mendapatkan kuota setiap tahunnya. Hal itu yang diperuntukkan bagi tokoh masyarakat dan pejabat negara. Saya ikut di kuota itu,” ujar Mardiono usai diperiksa di Kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, kemarin. Mardiono menjelaskan, dirinya pernah mendapatkan penjelasan dari Suryadharma mengenai kuota haji tersebut. ”Menurut penjelasan Menag itu bukan penyimpangan.

Tambahan kuota menjadi prerogatif menteri untuk diberikan kepada siapa,” kata Mardiono mengenai rombongan 34 orang itu. Mardiono dalam pemeriksaan, kemarin, ditanya penyidik mengenai mekanisme, bagaimana dia bisa ikut dalam rombongan itu. Dia menyatakan membayar biaya haji dengan dana pribadinya.

”Saya membiayai sendiri. Tentu saya mengajukan permohonan,” ujarnya. Mardino membenarkan bahwa anggota dalam rombongan itu tidak harus melakukan antrean terlebih dahulu. Hal ini menjadi salah satu poin yang menjadi sangkaan KPK terhadap Suryadharma, yakni penggunaan kuota yang seharusnya digunakan untuk jamaah yang sudah lama mengantre. (J13,dtc-25,71)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/18/267811

18 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: