KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Persepi Coret Puskaptis dan JSI


SUARA MERDEKA – Kamis, 17 Juli 2014

JAKARTA – Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Pu­blik Indonesia (Persepi) akhir­nya menjatuhkan sanksi terhadap dua lembaga survei yang menjadi anggotanya yaitu Pusat Kajian Pengembangan dan Kajian Strategis (Puskaptis) dan Jaringan Suara Indonesia (JSI).

Sanksi yang diberikan berupa mencoret Puskaptis dan JSI dari keanggotaaannya di Perse­pi, karena kedua lembaga tersebut telah melanggar kode etik, terkait dengan pelaksanaan quick count yang mereka laksanakan pada Pilpres 2014 lalu.

”Dengan memertimbang­kan Bab V pasal 29-32 Persepi, maka Dewan Etik Persepi memutuskan Puskaptis dan JSI telah melanggar kode etik, dan dikeluarkan dari keangotaan Persepi. Bahasa jelasnya mereka sudah kita coret,” kata  Ketua Dewan Etik Persepi, Hari Wijayanto, dalam keterangan persnya di Hotel Sari Pan Pacific, kemarin.

Menurut Hari, Dewan Etik tidak bisa mengaudit Puskaptis dan JSI, karena kedua lembaga tersebut tidak memenuhi panggilan. Sementara lem­baga-lem­ba­ga survei yang me­lakukan hi­tung cepat (quick count) pada Pilpres 2014, dan menjadi ang­gota Persepi bersedia meme­nuhi panggilan dan bersikap trans­paran dalam menjelaskan hal-hal terkait teknis pelaksanaan quick count.

”Dengan tidak memenuhi pang­gilan kami, yang berarti tidak mau kami audit tentang me­­todologi penentuan sampel, pro­­ses pengambilan data hingga ma­najemen quick count nya seca­ra transparan, maka hal ini menunjukkan bahwa Puskaptis dan JSI tidak punya itikad baik. Hal ini jelas sangat kami sayang­kan,” kata Hari.

Tujuh lembaga yang bersedia menjalani audit adalah Center for Strategic and International Studies (CSIS), Cyrus Network, Sai­ful Mujani Research and Con­sulting (SMRC), Lembaga Sur­vei Indonesia (LSI), Indi­kator Politik Indonesia, Populi Center, dan Polltracking Institut. Hari menambahkan bahwa baik Puskaptis maupun JSI membuat pernyataan terkait audit yang akan dilakukan Dewan Etik terhadap mereka.

”Puskaptis menolak hadir dengan dalih struktur Dewan Etik terdiri dari orang-orang yang juga berperan sebagai penyelenggara polling. Saiful Mujani yang dimaksud. Tapi perlu kami tegaskan Saiful Mujani dan Burhanuddin Muh­ta­di tidak ikut melakukan audit, ka­rena kami minta untuk mun­dur sementara waktu dari De­wan Etik bersa­ma­an dengan akan dilakukannya audit. jadi ka­mi jamin audit ini adil dan trans­paran. Selain itu Pus­kaptis meminta agar semua lembaga duduk bersama dan me­nan­datangani pernyataan bahwa yang hasil quick countnya tidak sama dengan hasil perhitungan resmi KPU, maka itu lembaga yang salah dan harus siap bubar. me­­nurut kami permintaan Pus­kap­tis ini berlebihan,” papar Hari.

Berlebihan

Sementara itu JSI merespons undangan audit lewat surat ja­waban yang isinya bahwa mereka menyatakan mundur dari keanggotaan Persepi lantaran tak ingin masuk terlalu jauh de­ngan polemik hitung cepat dan memilih untuk menunggu hasil pleno perhitungan suara KPU. ”Namun surat JSI itu tidak me­mengaruhi putusan kami, untuk mengeluarkan JSI.” Menurut Ha­ri, dalih yang disampaikan dua lembaga itu terasa janggal dan berlebihan serta tidak sesuai konteks, karena proses audit ti­dak terkait dengan proses reka­pi­tulasi suara yang sedang dikerjakan KPU.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Dewan Etik Ham­di Muluk mengatakan bah­wa proses audit terhadap lembaga pelaksana hitung cepat hanya menilai akurasi metodelogi survei mulai dari pengambilan dan penentuan sampel, proses re­ka­pitulasi dan managemen pe­laksanaan. lembaga-lembaga survei anggota Persepi yang me­menuhi panggilan Dewan Etik dan bersedia diaudit ternyata  telah melakukan pengambilan sampel secara ilmiah, meskipun ada variasi dalam cara pengambilan sampelnya.

”Lembaga yang bersedia ka­mi audit tersebut juga mene­rang­kan secara detail data struktur organisasi, nama relawan, nomorr telepon relawan dokumentasi TPS sampai tanda bukti ke­hadiran relawan mereka di TPS-TPS yang dijadikan sampel, dan itu dibuktikan dengan adanya tandatangan KPPS. Mereka juga mendemonstrai­kan software yang digunakan ju­ga cara perhitungan hasil quick count. Juga ada pemaparan tentang pengorganisasian kegiatan quick count mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga hasilnya. sementara kami tidak tahu seperti apa yang dilakukan Pus­kap­tis dan JSI,” papar Hamdi.

Sementara Direktur Ekse­kutif Puskaptis, Husin Yazin me­nyatakan, lembaganya ber­ser­tifikat yang terdaftar di KPU. Husin merujuk pada terdaftarnya Puskaptis sebagai salah satu dari 56 lembaga yang ber­hak menggelar survei dan quick count Pemilu 2014 di KPU.  Namun saat ditanya alamat kan­tor­nya, Husin tak menjawab pas­ti. ”Lihat saja di KPU,” ujarnya.

Saat coba ditelusuri pada situs kpu.go.id, tak lagi ditemu­kan publikasi soal data 56 lembaga yang berhak meng­gelar survei dan quick count.

Hamdi menuturkan, bagai­mana repotnya menghubungi Puskaptis. Karena lembaga ini tidak punya kantor maka Persepi tidak bisa melayangkan surat. Akhirnya dua hari lalu Hamdi memutuskan untuk berkirim pesan singkat (SMS) ke Direk­tur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid.

”Puskaptis ini kan repot (di­hubungi) karena mereka beberapa tahun nggak punya kantor. Maka kirim surat juga nggak bisa kita lakukan. Akhirnya saya SMS dari kemarin, dua hari lalu,” tutur Hamdi, Selasa kema­rin.

Akhirnya Husin Yazid baru mem­balas SMS pagi tadi. Isi­nya, menurut Hamdi, bisa ditaf­sirkan sebagai sebuah penolakan terhadap undangan Pus­kap­tis. Sementara itu di blog http://puskaptis.wordpress.com/ tertulis sekretariat Puskaptis beralamat di Gedung Selmis Jl. Asem Baris Raya Kav 7 Blok II/52, Jakarta Selatan 12830. Saat ditelusuri keberadaan kantornya tidak ada aktivitas. Sementara aktivitas di kantor JSI di Jalan Warung Buncit Timur, Pancoran, Jakarta Sela­tan, juga sepi.(F4,dtc,viva-90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/17/267728

18 Juli 2014 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: