KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Mobil Dinas Dilarang untuk Mudik


SUARA MERDEKA – Kamis, 17 Juli 2014

SEMARANG – Gubernur Gan­jar Pranowo menegaskan para pegawai negeri sipil (PNS) dilarang mudik menggunakan mobil dinas. Dari pejabat tinggi hingga rendah harus mengguna­kan mobil pribadi untuk mu­dik.

Menurut Ganjar, aturan tersebut berlaku untuk seluruh PNS di Indo­nesia karena larangan bera­sal dari Kementerian Penda­ya­gu­naan Aparatur Negara (Ke­men­pan). “Kalau tidak boleh ya ja-ngan dilakukan, saya minta taruh di pool saja mobil dinasnya,” ka­ta­nya, di Gubernuran, Rabu (16/7).

Ditanya tentang Bupati Kabu­paten Semarang Mundjirin yang mem­bolehkan penggunaan mo­bil dinas, Ganjar menyatakan hal itu adalah urusan daerah masing-masing.

Dia menyatakan, justru yang menjadi perhatian Pemprov ada­lah pasar tumpah. Ganjar me­min­ta bupati/ wali kota mengatur pa­sar tumpah di wilayah masing-ma­sing karena berpotensi me­nimbulkan kemacetan. Namun, dia berpesan, pedagang jangan diusir, melainkan ditata dan diberi tempat agar tetap bisa berjualan dengan nyaman.

Gubernur juga meminta bu­pa­­ti/­­wali kota memperhatikan perlintasan sebidang kereta api. Khu­susnya pada perlintasan tanpa palang pintu di jalan-jalan desa. Jika memungkinkan, Gan­jar mengharapkan PT Kereta Api Indonesia ikut turun tangan membina warga menjaga perlintasan. Mi­salnya, dengan memberi in­sentif serta pelatihan pada war­ga.

Berdasarkan data Dinas Perhu­bungan Komunikasi dan Infor­matika (Dishubkominfo) Jateng, jumlah perlintasan sebidang KA di Jateng mencapai 1.569 unit. Rinciannya  yang berada di daerah operasional (Daop) III Cire­bon 158, Daop IV Semarang 704, Daop V Purwokerto 309, dan Da­op VI Yogyakarta 398.

Kepala Dishubkominfo Ja­teng, Urip Sihabudin mengatakan, selain banyak perlintasan yang tidak ada palang pintunya, ke­celakaan juga diakibatkan ketidakpatuhan pengendara terhadap rambu-rambu.

Bantuan

Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng mengopera­si­kan empat helicam sebagai sistem pengindra arus mudik Lebar­an. Helicam itu berada di jajaran Satlantas Bre­bes, Banyumas, Ka­bupaten Se­ma­rang, dan Ditlan­tas Polda Ja­teng.

“Helicam digunakan pada saat terjadi kemacetan parah. Nanti hasil pengindraan akan digunakan untuk rekayasa lalu lintas di lokasi kemacetan,” kata Direk­tur Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Istu Hari Winar­to, saat apel penyerahan peralatan lalu lintas di Mapolda Jateng.

Selain itu, Korlantas Polri mem­berikan bantuan jajaran Sat­lantas di Jateng sebanyak 175 se­peda motor matic Suzuki, tujuh sedan Mazda dan sejumlah peralatan lalu lintas lainnya. Kapolda Jateng Irjen Nur Ali mengatakan, pesan khusus yang diterima dari Kapolri, arus dari Jawa Barat ha­rus segera ditarik ke jalur pantura untuk menghindari penum­pukan di perbatasan.

Dalam operasi pengamanan, kata Nur, anggotanya diminta menjaga sikap dengan sapa dan senyum.

”Kami mengu­ta­makan kema­nu­siaan. Jadi diutamakan memberikan senyuman di jalan. Tilang tidak ada. Tapi ba­gi pengendara yang  membaha­ya­kan diri ya tetap ditilang,” imbuhnya. (H68, J8, H74, K44-71)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/17/267707

Iklan

18 Juli 2014 - Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: