KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Mantan Kades Pahesan Diduga Tilap Bantuan Petani


SUARA MERDEKA – Jum’at, 18 Juli 2014

  • Kasus APBDes dan Bansos

SEMARANG- Sejumlah saksi dari gabungan kelompok tani di Desa Pahesan, Kecamatan Godong mengaku tak pernah menerima bantuan sosial yang disalurkan terdakwa Sujadi Sholeh, mantan Kades Pahesan Godong Grobogan.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, para saksi di antaranya Sulipan, Sugianta dan Suparno menyatakan, bantuan uang itu tidak pernah sampai kepada kelompok tani. ”Kami tidak pernah menerima (bantuan desa),” kata Ketua Gapoktan Suradadi Makmur, Sugianta di hadapan majelis hakim yang diketuai Hastopo.

Saksi lain, Tarmuji yang bekerja sebagai sopir desa mengaku menerima sisa uang Rp 11 juta dalam dua tahap dari terdakwa setelah membeli mobil Espass keluaran tahun 1995 senilai Rp 39 juta. Mobil ini dipakai untuk inventaris dan mobil ambulans desa. Uang sebesar Rp 11 juta digunakan untuk perawatan seperti membeli empat ban untuk mengganti ban asli yang sudah gundul, memasang kaca film, velq, dan lain sebagainya.

Keperluan lain seperti bahan bakar bensin juga menggunakan uang tersebut namun tidak ada pertanggungjawabannya. ”Totalnya berapa saya lupa nggak dicatat. Seperti beli bensin itu kalau antarwarga yang sakit juga mereka nggak pernah beri uang bensin, itu saya ambilkan dari uang tadi. Ada juga uang untuk makelar mobilnya belum dimasukkan,” ujar Tarmuji.

Apitan Desa

Sementara Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Agus Subagya yang dimintai keterangan soal pelaksanaan tradisi apitan desa menyatakan, masyarakat membawa makanan sendiri dari rumah.

Dengan demikian tidak diperlukan dana dari pemerintah desa dalam acara tasyukuran dan tahlilan karena makanan dari rumah itu dimakan bersamasama. Namun terdakwa meyakinkan majelis bahwa dirinya selaku penanggungjawab desa juga menyajikan makanan kecil di luar yang dibawa masyarakat.

”Ada makanan kecil juga buah yang diberikan waktu apitan,” kata Agus. Sujadi yang menjabat sebagai Kades Pahesan selama 18 tahun itu diduga korupsi dana bantuan sosial (bansos) tahun 2009-2012 dan APBDes 2009-2011 sehingga merugikan uang negara sekitar Rp 63 juta.

Terdakwa diduga menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi seperti dari dana Bansos tahun 2009-2012 yang dialokasikan untuk kelompok tani untuk pengendalian hama tikus, pembangunan TPQ Al Kautsar dan Jamaah Ar Ruah.

Begitu juga dana APBDes 2009-2011 yang digunakan untuk pembangunan pagar dan gapura masjid serta pengadaan urukan jalan di depan masjid. Diperkirakan uang yang disalahgunakan tersangka dari dana Bansos dan APBDes mencapai Rp 63 juta. Sidang kasus ini akan dilanjutkan pada 24 Juli mendatang. (J14,J17-72)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/18/267747

Iklan

18 Juli 2014 - Posted by | GROBOGAN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: