KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

KPK Geledah Rumah Sutan


SUARA MERDEKA – Jum’at, 18 Juli 2014

JAKARTA – Untuk kali keduanya, rumah politikus Partai Demokrat yang juga anggota DPR, Sutan Bhatoegana digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (17/7). Sejak pukul 10.30, rumah yang berada di kawasan elite di Jalan Sipatahunan No 26, Villa Duta Bogor digeledah guna mencari bukti tambahan terkait kasus dugaan korupsi penetapan APBN Perubahan 2013 di Kementerian ESDM. Kepala Biro Humas KPK, Johan Budi Sapto Prabowo menyatakan, selain rumah Sutan, penyidik juga menggeledah satu rumah lagi milik Raja Khudri Parlindungan Siregar yang terletak di Perumahan Baranangsiang Indah, Jalan Jatiluhur Raya Blok G II No 3, Bogor. Johan belum bisa menjelaskan keterkaitan Sutan dengan Raja Khudri dalam kasus tersebut. ”Soal keterkaitan atau tidak, masalah itu wewenang penyidik. Kami belum bisa menjelaskannya,” kata dia di kantor KPK.

Bukti Coin Saat rumah Sutan digeledah KPK pada 16 Januari 2014 lalu, penyidikan KPK terkait tindak pidana korupsi di Kementerian ESDM dengan tersangka mantan sekretaris jenderal (sekjen) ESDM, Waryono Karno. Kemarin, penggeledahan masih seputar dugaan suap atau gratifikasi terkait pembahasan APBN Perubahan 2013 di kementerian yang sama. Ketua Komisi VII DPR itu telah diduga menerima dua kali aliran uang dari SKK Migas dan Kementerian ESDM. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aliran anggaran pertama senilai 300 ribu dolar AS dari mantan kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Di persidangan Rudi mengakui langsung telah menyerahkan uang tersebut kepada Sutan melalui anggota Komisi VII Tri Yulianto.

Selain itu, KPK mengantongi bukti lain. Penyidik memegang nota penerimaan uang 140 ribu dolar AS yang dibuat staf Sutan bernama Irianto. Uang itu berasal dari mantan kepala Biro Keuangan ESDM, Didi Dwi Sutrisno Hadi. Di persidangan Didi Dwi blak-blakan mengakui ada uang sebesar 140 ribu dolar AS dibagi-bagikan untuk seluruh pimpinan dan anggota Komisi VII DPR. KPK menjerat Sutan Bhatoegana dengan pasal alternatif, yakni Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana. (J13,dtc,viva-90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/18/267825

18 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: