KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kepala Disperindag Ditahan


SUARA MERDEKA – Jum’at, 18 Juli 2014

BOYOLALI – Kejaksaan Negeri Boyolali menetapkan lima tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi Bendung Penggung, Wonosegoro.

Salah satunya mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Haryono Samsuatmojo (kini Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan), yang menjadi kuasa pengguna anggran dalam proyek bendung tersebut. Empat lainnya adalah Yuniarto Eko Pramono, Kasi Pembangunan dan Prasarana Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) Boyolali, yang menjabat sebagai pembantu pejabat pelaksana teknis kegiatan proyek, kemudian Bagus Harto Wiyono, ketua panitia penilai hasil pekerjaan pertama proyek, Suhadi, koordinator pengawas lapangan proyek, dan Sunardi, selaku pejabat pembuat komitmen dan pejabat pelaksana tekhnis kegiatan (PPTK) proyek bendung tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Andi Murji Machfud didampingi Kasi Pidsus, Haris Suherlan, kemarin menyatakan, kelimanya ditetapkan sebagai tersangka, sejak pekan lalu. Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah bersekongkol membuat dokumen pencairan anggaran proyek hingga 100 persen.

Padahal pelaksanaan proyek baru berjalan 80 persen. “Para tersangka terlibat membuat dokumen pencairan anggaran proyek hingga 100 persen, namun pada pelaksanaannya, pekerjaan proyek hanya selesai 80 persen. Akibatnya terjadi kerugian negara dalam proyek bendung itu hingga Rp 300 juta,” ungkap Haris.

Dikhawatirkan Lari

Usai menjalani pemeriksaan, kemarin, kelima tersangka langsung ditahan di Rutan Boyolali. Penyidik Kejaksaan melakukan penahanan, karena dikhawatirkan para tersangka akan melarikan diri. “Mereka kami jerat Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).”

Sebelum menahan kelima tersangka, pekan lalu Kejari Boyolali juga telah memeriksa 15 orang saksi. Dalam kasus korupsi Bendung Penggung ini, dua orang juga sudah dinyatakan bersalah dan divonis oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, pada November 2013 lalu, yaitu Purwito yang divonis hukuman 4 tahun 6 bulan penjara, dan Harsono divonis 5 tahun penjara.

Purwito dan Harsono adalah kontraktor dan subkontraktor proyek. Penasihat hukum para tersangka, Slamet Tri Raharjo, menyesali tindakan Kejari Boyolali yang langsung melakukan penahanan.

Sebab menurutnya, klien-kliennya tersebut selama ini proaktif. Pihaknya menilai ada unsur pemaksaan dalam menetapkan klien-kiennya sebagai tersangka. (K23-26,88)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/18/267731

Iklan

18 Juli 2014 - Posted by | BOYOLALI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: