KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kepala Disdikpora Banjarnegara Tersangka


PATI EKSPRES – Jum’at, 18 Juli 2014

  • Korupsi Dana Rehab Ruang SD

SEMARANG – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menetapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Banjarnegara berisial MH, sebagai tersangka. Menyusul dua tersangka lain yang lebih dahulu telah ditetapkan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana rehab ruang kelas rusak berat pada 97 Sekolah Dasar (SD) di Banjarnegara.

Dua tersangka lain adalah SS dan SH. Pada saat kasus dugaan korupsi tersebut mencuat Juli 2013 lalu, SS merupakan Kasi Sarpras Dindikpora Banjarnegara dan SH menjabat sebagai Kabid TK dan SD di Dindikpora Banjarnegara. Adapun berkas keduanya dinyatakan sudah lengkap dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jateng.

“Untuk berkas SS dan SH sudah lengkap dan akan dilimpahkan. Dua tersangka dan barang bukti juga akan diserahkn ke Kejati Jateng,” kata Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo, di Markas Ditreskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun Raya, Banyumanik, Kamis (17/7).

Untuk diketahui, dana rehab ruang kelas rusak berat pada 97 SD tersebut bersumber dari APBN tahun anggaran 2012. Total dana yang dialokasikan adalah sebesar Rp 17 miliar dengan pembagian yang berbeda untuk tiap sekolah sesuai dengan kerusakan. Dalam pelaksanaannya, tersangka telah melakukan pungutan sebesar 5 persen terhadap dana tersebut di tiap sekolah. Akibatnya, negara mengalami kerugian hingga Rp 803.088.439.  “Jumlah itu sudah sesuai dengan audit dari BPK,” terang Djoko.

MH ditetapkan sebagai tersangka sejak dua pekan lalu. Itu setelah penyidik mengantongi bukti kterlibatan dan juga keterangan dari dua tersangka sebelumnya. Terkait keterlibatan MH dalam kasus tersebut,  Djoko menjelaskan bahwa MH diduga telah menyetujui adanya pungutan sebesar 5 persen terhadap dana rehab ruang kelas rusak berat di setiap sekolah. 

Sejauh ini persetujuan tersebut masih secara lisan dan masih terus ditelusuri oleh penyidik. “Kami akan kejar tentang timbal balik apa yang didapatkan MH dari dua tersangka sebelumnya,” paparnya.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus, AKBP Agus Setyawan, menambahkan dana rehab tersebut merupakan dana alokasi khusus (DAK) yang apabila tidak dapat digunakan pada tahun itu juga, masih dapat digunakan pada tahun berikutnya. Namun untuk pelaksanaannya, tersangka telah meminta pungutan sebesar 5 persen dari dana rehab tersebut.

Tindakan itu tidak sesuai dengan petunjuk teknis  pelaksanaan rehab sekolah. “Anehnya ada sekolah yang masih layak juga mendapatkan dana rehab. Sehingga mengharuskan pihak sekolah untuk mengganti sarana, padahal sarana itu masih sangat layak pakai,” imbuhnya.

Dalam kasus tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 12e Uuu no 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 20/2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Guna memberatkan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 110 juta, empat notebook, dan sebuah CD duplicator. (har)

Sumber : http://www.patiekspres.co/2014/07/kepala-disdikpora-banjarnegara-tersangka/

Iklan

18 Juli 2014 - Posted by | BANJARNEGARA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: