KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus Korupsi Bendung Penggung Wonosegoro: Kepala Disperindag Ditahan Kejaksaan


SUARA MERDEKA.com – Kamis, 17 Juli 2014
image

USAI DIPERIKSA: Lima tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi Bendung, Penggung, Wonosegoro, usai menjalani pemeriksaan di Kejari, Kamis (17/7). Setelah diperiksa, mereka ditahan di Rutan Boyolali. (suaramerdeka.co

BOYOLALI, suaramerdeka.com – Kejaksaan Negeri Boyolali menetapkan lima tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi Bendung, Penggung, Wonosegoro. Salah satunya adalah mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ir Haryono Samsuatmojo (kini menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan), yang menjadi kuasa pengguna anggran dalam proyek bendung tersebut.

Sedangkan empat lainnya, Yuniarto Eko Pramono, Kasi Pembangunan dan Prasarana Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) Boyolali, yang menjabat sebagai pembantu pejabat pelaksana teknis kegiatan proyek, kemudian Bagus Harto Wiyono, selaku ketua panitia penilai hasil pekerjaan pertama (ketua P3jk) proyek, Suhadi, selaku Koordinator pengawas lapangan proyek, dan Sunardi, selaku pejabat pembuat komitmen dan pejabat pelaksana tekhnis kegiatan (PPTK) proyek bendung tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Boyolali Andi Murji Machfud didampingi Kasi Pidsus, Haris Suherlan, Kamis (17/7) menyatakan, kelimanya ditetapkan sebagai tersangka, sejak pekan lalu. Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah bersekongkol membuat dokumen pencairan anggaran proyek hingga 100 persen. “Para tersangka terlibat membuat dokumen pencairan anggaran proyek hingga 100 persen, namun pada pelaksanaannya, pekerjaan proyek hanya selesai 80 persen. Akibatnya terjadi kerugian negara dalam proyek bendung itu hingga Rp 300 juta,” ungkap Haris, Kamis (17/7).

Usai menjalani pemeriksaan dari Kamis pagi hingga sore, kelima tersangka langsung ditahan di Rutan Boyolali. Penyidik Kejaksaan melakukan penahanan karena dikhawatirkan, para tersangka akan melarikan diri. “Mereka kami jerat Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).”

Penasehat hukum para tersangka, Slamet Tri Raharjo, menyesali tindakan Kejari Boyolali yang langsung melakukan penahanan. Pihaknya menilai ada unsur pemaksaan dalam menetapkan klien-kiennya sebagai tersangka. “Sebab terkait dengan pokok perkara korupsi itu, kan sudah terbukti. Telah ada dua terpidana. Dan kerugian negara juga sudah diputuskan Pengadilan Tipikor, menjadi tanggung jawab Purwito dan Harsono,” ujar Slamet.

Pihaknya menyatakan akan segera mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Pihaknya juga akan segera menganalisa kasus ini. Jika dari analisa, kliennya tidak memenuhi unsur korupsi, maka pihaknya pun mengajukan pra praperadilan terhadap Kejari.

( Muhammad Nurhafid / CN38 / SMNetwork )

18 Juli 2014 - Posted by | BOYOLALI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: