KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Dugaan Korupsi Dana PD BKK Kendal Rp 1,2 Miliar: Akibat Pinjaman Fiktif, Nama Diblacklist


SUARA MERDEKA.com – Kamis, 17 Juli 2014

SEMARANG, suaramerdeka.com – Salah satu saksi nasabah Perusahaan Daerah (PD) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Kendal, Yeni Nurviana terkena apes, akibat pinjaman kredit fiktif menggunakan namanya yang diduga dilakukan terdakwa Pulanggeni Maherbudi, pegawai BKK Kendal.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, saksi Yeni mengaku pernah mengajukan pinjaman sebesar Rp 10 juta kepada terdakwa yang bertugas di bagian kredit.

Namun ternyata pengajuan itu ditolak dan berkas persyaratan juga tidak dikembalikan. Yang mengejutkan enam bulan kemudian petugas BKK mendatangi saksi dan menyatakan bahwa telah terjadi tunggakan pembayaran hingga enam bulan dimana angsurannya sekitar Rp 350 ribu/bulan.

“Ya saya kaget wong pinjaman ditolak, tiba-tiba dikasih tahu ada tunggakan segitu besar. Jelas rugi, kemarin mau pinjam di Bank Mandiri juga nggak bisa karena nama saya diblacklist. Padahal saya tidak pernah dapat kredit serupiahpun, tidak tahu juga sekarang sudah bisa pinjam lagi ke bank atau belum,” ungkap pegawai Kecamatan Kendal itu di hadapan majelis hakim yang diketuai Gatot Susanto, Kamis (17/7).

Dalam sidang kali ini hadir pula tiga saksi lain yakni Imam, Titin Sumartini dan Retno Agustina. Imam yang mengaku sudah langganan meminjam di BKK Kendal pernah mengambil kredit Rp 14 juta pada bulan Maret 2012 dengan angsuran Rp 450 ribu/bulan. Ketika sudah dilunasi pada bulan April, ternyata ia dinyatakan masih berutang pada BKK.

Begitu pula dengan saksi Titin Sumartini yang meminjam Rp 60 juta di tahun 2010. Pada bulan Desember 2012, saksi menutup sisa utang sekitar 27,6 juta. Namun tiga bulan berikutnya, saksi dihubungi bendahara gaji yang mengatakan ada tagihan.

“Ya katanya saya masih punya utang Rp 27 juta padahal sudah dilunasi semua. Untuk urusan kredit itu dengan terdakwa,” papar Titin.

Saksi Retno Agustina yang bekerja sebagai bendahara gaji Kecamatan Kendal mengaku, setiap bulannya setelah tanggal 1 biasanya ia menyetorkan uang angsuran dari pegawai yang meminjam ke BKK sesuai dengan daftar.

“Biasanya untuk urusan itu dengan Pak Pulanggeni rutin setelah gajian. Tapi setahu saya, ada yang sudah lunas tapi koq masih ditagih lagi,” paparnya.

Kasus ini bermula dari dugaan penggelapan dana setoran kredit serta penggelembungan pinjaman dana dari nasabah PD BKK Kendal. Kerugian yang terjadi akibat kasus ini besarnya sekitar Rp 1,2 miliar.

Uang cicilan kredit nasabah ini diduga tidak dimasukkan ke kas dan digunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa yang saat itu menjabat sebagai Plt Pemasaran. Selain itu terdakwa juga melakukan pengajuan kredit fiktif.

Dalam hal ini, terdakwa diduga meminjam nama untuk pengajuan kredit tanpa sepengetahuan pemohon.

( Modesta Fiska / CN39 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/07/17/209907/Akibat-Pinjaman-Fiktif-Nama-Diblacklist

18 Juli 2014 - Posted by | KENDAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: