KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Banyak Jalan Memberantas Korupsi


BERITA KPK –  Kamis, 17 Juli 2014

BanyakJalan-KecilSeperti kata pepatah, “Banyak jalan menuju Roma.” Begitulah keyakinan yang dirasakan para personil dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya memerangi korupsi di negeri ini. “Semua cara kita gunakan. Penangkapan demi penangkapan, hanyalah salah satu cara. KPK punya sejuta cara di bidang pencegahan,” kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Busyro Muqoddas.
 
Busyro menyebutkan, KPK telah menjalankan program pencegahan kepada semua segmen, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, dengan beragam sasaran profesi, mulai dari guru, dosen, swasta hingga birokrasi.
 
Sebut saja yang terakhir, KPK baru saja meluncurkan Lomba Inovasi Model Pembelajaran Antikorupsi (Ide Ber-Aksi) pada Kamis (3/7) lalu di Gedung KPK Jakarta. Para guru akan melombakan model pembelajaran materi pendidikan antikorupsi yang telah disusun KPK untuk jenjang SD hingga SMA sejak 2005.

Ragam media juga digunakan untuk menyasar segmen yang berbeda. Busyro menyebutkan sejumlah produk yang digunakan untuk mengkampanyekan antikorupsi, mulai dari film populer, buku dongeng, hingga film animasi dan senam antikorupsi.

Belakangan, KPK juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta untuk memanfaatkan publikasi lokal, yakni semua karya ilmiah yang dihasilkan oleh civitas akademika berupa skripsi, tesis, desertasi, penelitian dosen maupun lembaga penelitian kampus.

Hingga saat ini sudah ada 8 universitas yang bekerjasama dengan KPK untuk pemanfaatan publikasi lokal universitas. Antara lain, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Gadjah Mada, Universitas Katolik Atmajaya Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Di sektor pemerintahan dan birokrasi, KPK juga melakukan koordinasi dan supervisi (korsup), seperti korsup mineral dan batu bara, kehutanan, dana pendidikan, beras miskin, penyelenggaraan BPJS, layanan Kantor Urusan Agama (KUA) hingga pengendalian gratifikasi di kementerian dan lembaga pemerintah.

KPK berkeyakinan, semua lini bisa berkontribusi dalam agenda pemberantasan korupsi. Terlebih lagi, banyak sektor strategis yang memang rawan dikorupsi. Untuk melihat potensi korupsi, Busyro menggunakan Teori Gula dan Semut. “Mudah saja, ada gula, pasti ada semut. Ada dana yang besar dikelola, pasti rawan terjadi korupsi,” kaya Busyro.
Sumber : http://kpk.go.id/id/berita/berita-kpk-kegiatan/1979-banyak-jalan-memberantas-korupsi
 
(Humas)

18 Juli 2014 - Posted by | BERITA KPK

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: