KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Banding, Hukuman Pragsono Ditambah


SUARA MERDEKA – Kamis, 17 Juli 2014

SEMARANG – Pengadilan Tinggi Tipikor Semarang memperberat hukuman Pragsono, mantan hakim Pengadilan Tipikor Semarang menjadi enam tahun penjara.

Hakim juga menjatuhkan denda 200 juta subsider dua bulan kurungan. Semula, mantan kepala Pengadilan Negeri Batang itu divonis lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan pada sidang di tingkat pertama.

Pragsono dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan terlibat dalam suap terkait pengurusan kasus korupsi dana perawatan mo­bil dinas sekretariat DPRD Gro­bogan tahun 2006-2007 dengan terpidana mantan ketua DPRD Grobogan M Yaeni.

Jaksa pada KPK, Siswanto meng­ungkapkan, atas putusan tersebut pihaknya sudah menyatakan upaya hukum, kasasi.

‘’Salin­an putusan banding sudah kami terima dan pelajari.  Kami sedang menyiapkan memori kasasinya,’’ ujar Siswanto, Rabu (16/7).

Upaya kasasi ini dilakukan ka­re­na hukuman enam tahun itu ma­sih jauh dari tuntutan jaksa, pidana 11 ta­hun penjara serta denda Rp 200 ju­ta subsider em­pat bulan. Me­mori ka­sasi akan di­kirimkan ke Peng­adil­an Tipi­kor Semarang, pe­kan ini.

Kode Etik

Dalam persidangan sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Mar­yana menyatakan, Pragsono terbukti korupsi dan melanggar Pasal 12 huruf c UU No 31 Tahun 1999 se­bagaimana diubah dan diganti menjadi UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Hakim menilai terdakwa sebagai seorang hakim tidak seharusnya menerima hadiah atau berupa janji yang diduga berkaitan de­ngan perkara yang sedang diperiksanya sehingga bisa berpengaruh terhadap putusan yang akan dijatuh­kan.

Hal yang cukup mem­be­ratkan terdakwa, perbuatannya sa­ngat merugikan negara dan ber­ten­tangan de­ngan ko­de etik.

Pragsono dinilai terlibat dalam ka­sus suap Heru Kis­ban­dono, man­tan hakim ad hoc Peng­adilan Tipikor Pontianak dan Sri Dar­tu­tik, adik Yaeni. Suap itu ber­tujuan agar majelis hakim memutus hukuman ringan terha­dap M Yaeni.

Dalam kasus Yaeni itu, majelis hakimnya terdiri dari Pragsono, Asmadinata, dan Kartini Marpa­ung. Di tingkat kasasi, Kartini Mar­­paung divonis 10 tahun penjara, Heru Kisbandono 8 tahun dan Sri Dartutik 5 tahun penjara. Sementara untuk Asmadinata putusan bandingnya belum turun. (J14,J17-71)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/17/267723

18 Juli 2014 - Posted by | SEMARANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: