KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Narto Terima Dihukum Dua Tahun


SUARA MERDEKA – Selasa, 15 Juli 2014

  • Korupsi Kredit Fiktif Bank Jateng

SEMARANG -Mantan analis kredit Bank Jateng Cabang Semarang Narto divonis dua tahun serta denda Rp 50 juta setara tiga bulan kurungan dalam sidang perkara korupsi kredit fiktif Bank Jateng di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (14/7).

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan Butar-Butar didampingi dua anggota Erintuah Damanik dan Agus Priyadi. Atas putusan tersebut, Narto yang juga terpidana kasus serupa itu langsung menerima. “Menyatakan terdakwa Narto terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama- sama.

Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp 50 juta, bahwa kalau denda tidak dibayar akan dikenakan hukuman setara tiga bulan,” tegas Jhon. Putusan hakim itu lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng Isti Yas Joni, yakni lima tahun penjara. Karenanya, jaksa menyatakan pikir-pikir sebelum banding atau menerimanya.

Terdakwa Mengakui

Hakim mengaku telah mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan sebelum memutus perkara terdakwa. Hal memberatkan, tindakan terdakwa dilakukan saat negara gencar melakukan pemberantasan korupsi. Adapun, pertimbangan meringankan jaksa ialah terdakwa mengakui perbuatannya.

Dalam sidang ini, Narto diputus terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 yang diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Seperti diberitakan sebelumnya, Narto didakwa meloloskan permohonan kredit yang diajukan Direktur CV Enhat Yanuelva Etliana melalui beberapa perusahaan pinjaman.

Total Yanuelva menerima pencairan kredit sekitar Rp 4,7 miliar dari 12 pengajuan. Namun, jaminan berupa Surat Perintah Pekerjaan (SPP) dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diketahui dipalsukan yaitu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Jateng, dan Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BPPT) Kota Semarang. Perkara ini ditangani Polda Jateng. Sebelumnya atau pada Juli 2012, Narto juga telah dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas tuduhan meloloskan 12 permohonan kredit beragunan dokumen fiktif di tahun 2011.

Saat itu Yanuelva dihukum 15 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta serta wajib mengganti kerugian negara Rp 39 miliar. Namun, dia buron sejak November 2012 dan hingga kini belum tertangkap. Kasus itu sendiri ditangani Kejati Jateng dengan obyek kredit dan jaminannya berbeda. (J17,J14-80 )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/15/267431

Iklan

16 Juli 2014 - Posted by | SEMARANG, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: