KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

MAKI Cabut Gugatan Kalau Rina Dilimpahkan


SUARA MERDEKA.com – Selasa, 15 Juli 2014

SEMARANG, suaramerdeka.com – Gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap tergugat I, Kejaksaan Agung (Kejagung) dan tergugat II, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng telah masuk persidangan dengan agenda mediasi.

Koordinator Perkumpulan MAKI, Boyamin Saiman mengatakan, mediasi pertamanya dengan termohon masih alot dan belum ada titik temu. Namun, MAKI bersedia mencabut gugatan apabila Kejati melimpahkan perkara mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani ke pengadilan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rina terseret kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek perumahan bersubsidi di Griya Lawu Asri (GLA) Karanganyar yang merugikan negara Rp 18,4 miliar.

Menurut Boyamin, tuntutan MAKI dalam gugatan itu sangat sederhana yaitu kejaksaan bisa melimpahkan kasus Rina ke persidangan agar segera diadili. “Jika perkara Rina dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang, maka kami akan langsung mencabut gugatan tanpa melakukan perdamaian,” tandasnya.

Menurut dia, sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang kemarin masih mediasi. Tergugat I dalam mediasi tidak hadir dan hanya mewakilkan jaksa dari Kejati Jateng. Mediasi itu diagendakan empat kali apabila pemohon dan termohon terus tak menemukan titik temu.

Hal ini dinilai akan menjadi tekanan bagi kejaksaan agar kasus Rina segera masuk ke pengadilan. Gugatan ini diajukan karena berbagai alasan, salah satunya Kejati diduga sengaja menghentikan perkaranya atas perintah pejabat Kejagung.

Sebagaimana diketahui, sidang perkara tertanggal 13 Mei 2014 ini digelar dengan Ketua Majelis Hakim Anton Widiyartoni didampingi Heri Sumanto dan Andy Subiyantadi.

MAKI menuntut Kejagung dan Kejati terbukti melakukan perbuatan melawan hukum karena tidak memproses perkara Rina sesuai ketentuan yang diatur dalam pasal 25 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam hal ini, MAKI menuntut ganti rugi materiil Rp 500 juta untuk biaya pendaftaran gugatan dan imateriil Rp18,4 miliar atas kerugian negara yang timbul.

Sebagai informasi, proyek GLA terletak di Desa Jerukswawit, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Proyek dari Kemenpera untuk membangun 1.263 unit rumah bersubsidi. Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera dipilih sebagai lembaga nonbank penyalur subsidi Kemenpera.

Berdasarkan surat Bupati Karanganyar pada 2007, Kemenpera mengucurkan dana Rp 15,7 miliar pada 2007 dan Rp 20 miliar di 2008. Sebelumnya, Kepala Kejati Jateng Babul Khoir Harahap menyatakan, perkara Rina masih terus berlanjut. Setelah Pemilu Presidan dan Wakil Presiden, perkara itu akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

( Royce Wijaya / CN39 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/07/15/209631

16 Juli 2014 - Posted by | KARANGANYAR

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: