KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

KPK Panggil Tiga Anggota Polri dalam Kasus Romi Harton


SUARA MERDEKA.com – Selasa, 15 Juli 2014

JAKARTA, suaramerdeka.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga anggota Polri dalam penyidikan kasus dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Kota Palembang dan pemberian keterangan yang tidak benar di persidangan. Mereka adalah Martin, Jimmy, dan Satria Afrial Dalamu.

”Mereka diperiksa sebagai saksi,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (15/7).

Dia menjelaskan, mereka diperiksa dalam kasus yang menjerat Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya Masyito sebagai tersangka. Selain itu, lanjut Priharsa, penyidik juga memanggil Karyawan Bank Kalbar Cabang Jakarta Rika Fatmawati, Security Mahkamah Konstitusi (MK) Zulhafis, Satpam Bank Kalbar Cabang Jakarta Nur Affandi, dan Risna Hasrilianti.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya Masyito sebagai tersangka. Kedua ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka selama delapan jam, Kamis (10/7) petang.

Mereka ditahan di rumah tahanan secara terpisah. Romi ditahan di rumah tanahan POM DAM Jaya di Guntur, Jakarta Selatan, sedangkan Masyito ditahan di rumah tahanan di Gedung KPK.

Adapun Romi yang keluar sekitar pukul 17.35 tidak berkomentar banyak terkait pemeriksaan dan penahanannya. Dia hanya mengaku akan menghormati proses hukum yang tengah dilakukanKPK.

”Saya kira tidak ada langkah apapun. Semua akan taat hukum. Saya serahkan semuanya,” ujar Romi.

Beberapa saat kemudian, Masyito keluar menuju rumah tahanan. Namun dia enggan berkomentr apapun kepada wartawan. Dalam kasus yang merupakan pengembangan dalam kasus suap yang menjerat Akil Mochtar ini, KPK menetapkan Wali Kota Palembang Romi Herton sebagai tersangka.

Bersama Romi, KPK juga menjadikan istri Romi, Masyito sebagai tersangka kasus yang sama. Romi maupun Masyito disangkakan melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 65 ayat 1 jo pasal 55 ayat1 kesatu KUHP dan pasal 22 jo pasal 35 ayat 1 Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Penetapan Romi dan Masyito sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan kasus yang menjadikan mantan Ketua MK Akil Mochtar sebagai tersangka.

Surat perintah penyidikan (Sprindik) penetapan Romi dan Masyito sebagai tersangka sudah diteken pimpinan KPK pada 10 Juni lalu.

Dalam dakwaan jaksa KPK, Romi disebutkan telah menyuap Akil agar dimenangkan dalam sengketa pilkada Palembang. Romi memberikan uang mencapai Rp 19,8 miliar kepada Akil. Adapun Masyito berperan membantu Romi menyerahkan uang ke Akil melalui tangan kanan Akil bernama Muhtar Ependy.

( Mahendra Bungalan / CN19 / SMNetwork )

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/07/15/209595

Iklan

16 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: