KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Hakim Nasihati Agar Joyo Winoto Jujur


SUARA MERDEKA.com – Selasa, 15 Juli 2014

JAKARTA, suaramerdeka.com – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Haswandi meminta  mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto memberi kesaksian yang jujur.

Joyo Winoto dicecar soal adanya uang Rp 3 miliar terkait pengurusan Surat Keputusan hak pakai tanah di Hambalang yang merupakan lokasi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON). Dia membantah menerima dimaksud.

“Pernah terima uang atau sesuatu dari pengeluaran Surat Keputusan?” tanya Haswandi dalam persidangan Anas di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/7). “Tidak yang mulia,” jawab Joyo. “Rp 3 miliar?” lanjut Haswandi, Joyo kembali membantahnya.

Haswandi langsung memberi “nasihat” agar Joyo jujur memberi keterangan di persidangan. Menurut dia, majelis hakim sudah terbiasa menggali dan memberi penilaian atas keterangan para saksi. “Jadi saudara tetap berkata tidak?” tanya Haswandi. “Tidak yang mulia,” kata Joyo menegaskan.

Sementara anggota DPR Fraksi Demokrat Ignatius Mulyono dalam persidangan mengaku mendapat perintah mengurus Surat Keputusan Hambalang. Perintah ini disampaikan saat Ignatius menghadap Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin.

“Yang menyampaikan meminta tolong langsung Pak Nazar didepan Pak Anas,” katanya. “Beliau (Anas) hanya menanyakan bapak di Komisi II? Iya, pasangan (mitra kerja) di BPN? Betul. Lalu Nazar bilang tolong ditanyakan yang belum selesai (SK Hambalang) selesai ke BPN,” tutur Ignatius.

Meski disampaikan melalui Nazaruddin, Ignatius menganggap instruksi pengurusan Surat Keputusan datang dari Anas. “Bagi kami karena ini satu tempat, satu unsur pimpinan, jadi apa yang disampaikan Nazar itu sepengetahuan ketua (Anas),”ungkapnya.

Setelah itu Ignatius datang ke kantor Badan Pertanahan Nasional menemui Managam Manurung, Sekretaris Utama BPN yang juga bawahan Joyo Winoto pada Januari 2010. “Saya datang ke ruang beliau, ada surat disitu disuruh tandatangan,” ujar dia.

Bungkusan dalam amplop berisi SK kemudian dibawa Ignatius ke ruangan di lantai IX DPR untuk diserahkan ke Nazaruddin. Saat SK Hambalang diserahkan, ada Anas dalam ruangan yang sama. “Saya serahkan ke Pak Nazar terus kami laporkan ke ketua fraksi. Pak suratnya sudah diserahkan ke Pak Nazar,” jelas Ignatius.

( Budi Yuwono / CN34 / SMNetwork

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/07/15/209526

14 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: