KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Temukan Kejanggalan C1, Laporkan!


SUARA MERDEKA – Minggu, 13 Juli 2014

Temukan Kejanggalan C1, Laporkan!

image
SM/AntaraSCAN JANGGAL : Warga menunjukkan scan formulir C1 TPS 4 di Batupoaro, Kota Bau-Bau yang janggal pada situs resmi KPU di Kendari, Sultra, Sabtu (12/7). (58)

JAKARTA – Ditemukannya sejumlah kejanggalan pada sejumlah formulir C1 yang diunggah di laman Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menimbulkan keresahan. Terlebih lagi setelah kejanggalan berupa yaitu C1 yang diunggah berbeda dengan C1 plano di TPS tersebut diekspose secara masif melalui media sosial. KPU meminta masyarakat proaktif setiap menemukan kejanggalan. ”Silakan dilaporkan pada kami. Bisa di KPUD, bisa ke sini (KPU pusat). Kami sarankan, juga kami mohon masyarakat bisa proaktif melaporkan hal-hal yang janggal,” kata komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, kemarin.

Formulir C1 merupakan lembaran-lembaran data yang berisi jumlah pemilih, surat suara, jumlah surat suara yang baik dan rusak, hasil penghitungan suara dan jumlah surat suara yang sah dan tidak sah di masing-masing TPS. Sebelumnya, seorang aktivis di media sosial pada Jumat (11/7) menemukan kejanggalan dalam satu form C1 yang diunggah KPU di laman resminya http://www.kpu.go.id. Kasus ini terjadi di TPS 47, Desa Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten/Kota Tangerang, Banten.

Ada ketidaksesuaian data jumlah perolehan suara salah satu calon dengan jumlah pemilih di TPS tersebut. Disebutkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tertulis mendapatkan suara 814, sementara duet Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla memperoleh 366 suara. Sedang di kolom jumlah hanya ada 380 pemilih. Padahal, jika data perolehan suara itu benar, maka jumlah pemilih semestinya 1.280 orang. Kejanggalan lainnya adalah, tidak ada saksi dari kubu Jokowi-JK yang membubuhkan tanda tangan di formulir C1 tersebut.

Hadar juga sangat menyesalkan adanya pernyataan atau penilaian yang terlalu dini, KPU melakukan kecurangan karena kejanggalan yang terjadi pada form C1 itu. Hadar menjelaskan, kejadian ini bisa saja terjadi akibat kesalahan input. Yang jelas dengan adanya kejadian ini, maka KPU akan semakin berhati-hati, serta akan segera melakukan koreksi. Dan koreksi tersebut bisa dipantau masyarakat.

Sesuai aturannya, scan C1 yang berformat Jpg itu diperoleh dari seluruh TPS di Indonesia yang dikirimkan oleh kabupaten/kota kepada KPU pusat. Pada hari ketiga saat penghitungan resmi, sudah ditemukan sejumlah form C1 yang janggal. Ada yang jumlah suara sah tidak sesuai, ada yang perolehan suara kedua calon tidak tercantum, maupun tidak adanya tanda tangan saksi.

Dalam pernyataan pers tertulisnya, mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan saat ini seluruh bangsa sedang menunggu keputusan KPU, namun bukan sekadar keputusan. ”Yang kita tunggu bukan sekadar keputusan KPU, tapi “ kejujuran “ keputusan KPU . Kalau keputusan tersebut jujur , keadaan akan selamat . Kalau tidak, tentu ada reaksi. Reaksi terhadap pilpres tidak gampang diatasi,” tegas Hasyim.

Tangani Serius

Sementara Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menegaskan, KPU harus menangani masalah ini secara serius. Pasalnya, KPU merupakan lembaga satu-satunya yang resmi dan berhak untuk mengumumkan siapa yang akan menduduki kursi Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019. Oleh karena itu, KPU harus lebih selektif dalam menampilkan hasil unduhan di situs resminya.

Saat di Bandung, capres Joko Widodo (Jokowi) mendatangi kantor DPD PDIP Jabar. Kedatangannnya itu untuk memastikan perolehan suara di Jabar tak berubah. ”Saya ingin memastikan formulir C1 sudah dipegang seluruhnya. Itu perlu didukung sistem, sehingga ketika ada data yang tidak sinkron di TPS mana, akan kelihatan,” jelasnya.

Ketua DPD PDIP Jabar Tubagus Hasanuddin menyatakan, seluruh formulir C1 di wilayah Jabar sudah diamankan seluruhnya oleh kader partai koalisi. Istilah dia, dasar penghitungan di tingkat TPS itu sudah 100 persen dikantongi. ”Mulai Minggu besok, kami memulai satu per satu menghitung C1, memasukkannya ke dalam data yang terkunci berapa angkanya, sehingga saat ada kecurangan, kami sudah punya pedoman yang sah,” katanya.

Sampai kemarin, tim pemenangan Jokowi-JK menerima laporan kecurangan seperti di Sampang dan Bangkalan, Madura, Jatim. Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, pertama, dilaporkan ada tempat pemungutan suara (TPS) di Sampang maupun Bangkalan yang tidak ada sama sekali suara untuk pasangan Jokowi-JK. Artinya pasangan Jokowi-JK mendapat nol suara.

Hal tersebut dirasa janggal. Dia yakin di daerah tersebut ada pendukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang otomatis mengusung dan mendukung pasangan Jokowi-JK. Selain itu ada kaum nahdliyin yang bersimpatik pada Jokowi-JK serta relawan dan Ansor. Pihaknya berharap agar semua lembaga pemerintah, KPU, Bawaslu, tim sukses masing-masing kubu bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi dan mencermati proses rekapitulasi suara di semua tingkatan.

Sementara itu, anggota tim pemenangan Jokowi-JK, Aria Bima mengingatkan kepada para saksi agar mewaspadai kemungkinan berbagai kecurangan, sebab faktanya, banyak formulir C-1 yang data suaranya janggal. Misalnya, ada formulir C-1 yang tak satu pun suara masuk ke pasangan Jokowi-JK. (F4,dwi,K32-90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/13/267236

13 Juli 2014 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: