KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Saya Bisa Tangkap Presiden


PATI EKSPRES – Minggu, 13 Juli 2014

  • Dijagokan Menteri Hukum dan Jaksa Agung

JAKARTA – Pilpres sudah selesai. Kini perbincangan kedua kubu yang mengklaim kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014  2019, mulai ramai membicarakan sosok siapa yang akan mengisi kursi kabinet mereka kelak.

Salah satu nama yang gencar diberitakan adalah Ketua KPK Abraham Samad. Dia dianggap sosok muda yang berani dan tegas. Samad dinilai cocok untuk mengisi pos Kementerian Hukum dan HAM atau Jaksa Agung. Namun, ketika dilontarkan pertanyaan itu, Samad yang ditemui di Kantor KPK mengelak.

Menurutnya, jabatan Ketua KPK masih lebih baik dibanding masuk ke dalam kabinet. “Saya pilih Ketua KPK karena bisa tangkap Presiden dan Wakil Presiden!,” tegasnya. 

“Kalau Jaksa Agung kan agak sulit,” imbuh pria kelahiran Makassar 27 November 1966 itu. Dengan menjadi Ketua KPK, lelaki yang juga akrab disapa AS itu merasa dirinya merdeka dan tidak terintervensi oleh kepentingan apapun. Siapa yang salah, itulah yang dipersalahkan. Meskipun, pihak yang salah tersebut merupakan pejabat tinggi.

Lebih lanjut, alumnus Universitas Hasanuddin itu mencontohkan, ketika KPK menghadirkan Wakil Presiden Boediono sebagai saksi di persidangan kasus korupsi Bank Century belum lama ini.

“Coba lihat jaksa kami, Jaksa Roni. Gesture tubuhnya kan jelas. Tidak sedikitpun gentar. Saya bangga sekali di situ,” tegas dia. Dalam masa kepemimpinannya, Samad memang telah banyak memanggil dan memeriksa, bahkan menjebloskan pejabat tinggi negara ke jeruji penjara. Sebut saja mantan Ketua MK Akil Mochtar, Mantan Menpora Andi Mallarangeng, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, serta beberapa anggota dewan dan pimpinan daerah.

Bersama ketiga jajaran pimpinan KPK lainnya, yakni Adnan Pandu Praja, Bambang Widjojanto, dan Zulkarnain, mereka akan menghabiskan masa bakti di lembaga anti rasuah itu pada Desember 2015. Sedangkan satu anggota lagi, yakni Busyro Muqoddas akan selesai pada Desember tahun ini.

Ketika ditanya apakah akan mencalonkan lagi ketika masa baktinya sudah habis, dengan diplomatis Samad mengatakan ingin mendorong anggota internal KPK untuk mencalonkan diri.  “Saya melihat di dalam sini banyak orang yang berkomitmen tinggi untuk memerangi korupsi. Kemampuan mereka luar biasa,” jelasnya.

“Lagipula, belum ada dalam sejarah, orang yang sudah terpilih menjadi pimpinan KPK akan terpilih lagi. Makanya, sebelum kami ini selesai dan lengser semua, kami ingin memberikan yang terbaik dan melawan semua para koruptor itu,” pungkas dia.

Tak Ingin Ganti Busyro
Sementara itu, demi menjaga soliditas, KPK merasa tak perlu ada pengganti Busyro Muqoddas yang akan pensiun Desember mendatang. Para pimpinan KPK khawatir pengganti Busyro tidak memiliki chemistry yang sama.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPK Abraham Samad saat diminta pernyataan seputar lowongnya jabatan satu jabatan komisioner KPK.  “Kami berempat tidak ingin ada pengganti. Jujur saja kami khawatir nanti kalo ada pengganti ganggu ritme volume pekerjaan pimpinan,” ujar Samad.

Menurut dia orang baru yang akan masuk KPK bisa saja tidak sejalan pemikirannya dengan komisioner lainnya. Samad mengatakan pimpinan yang ada saat ini sudah solid. “Kami saat ini sudah solid setelah diawal-awal kita bangun chemistry hampir setahun. Kalau tiba-tiba ada orang masuk kan susah,” ujarnya. Dia mengaku keempat komisioner nantinya akan tetap mampu menjalankan tugas yang ada dan bahkan berupaya menyelesaikan tunggakan-tunggakan kasus dari pimpinan sebelumnya.

“Kami berempat cukup kok. Kapolri dan Jaksa Agung saja sendirian juga bisa selesaikan masalah toh,” ungkapnya.

Mengenai jumlah pimpinan genap yang tidak memungkinkan melakukan voting dalam pengambilan keputusan, Abraham mengaku hal tersebut bukan masalah. Sebab menurut dia pimpinan KPK selama ini tak menggunakan jalur voting dalam pengambilan keputusan.

“Kami melakukan musyawarah. Voting sebisa mungkin kami hindari,” ujarnya. Menurut Samad pengambilan keputusan lewat voting kurang baik dalam membangun kekompakan pimpinan. “Voting itu akan membuat kawan yang kalah akan merasa kurang bagus. Tapi kalaupun harus menempuh itu, kami kan bisa melibatkan penasehat KPK,” jelas pejabat asal Makassar ini. “

Pimpinan KPK telah menyampaikan hal ini ke Presiden maupun Menteri Hukum dan HAM. Namun surat KPK belum mendapatkan balasan dari keduanya. Busyro Muqoddas memang pensiun lebih cepat karena dia terpilih setahun lebih dulu dari keempat pimpinan KPK saat ini. Kala itu Busyro dipilih untuk menggantikan Ketua KPK Antasari Azhar. Keempat pimpinan KPK lainnya Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Zurkarnaen, dan Adnan Pandu Praja akan pensiun pada akhir 2015. (gun/nji/jpnn)

Sumber : http://www.patiekspres.co/2014/07/saya-bisa-tangkap-presiden/

Iklan

13 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: