KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Panwaslu Temukan Potensi Kecurangan


SUARA MERDEKA – Jum’at, 11 Juli 2014

  • Diduga Sosialisasi KPPS Minim

DEMAK- Panwaslu Kabupaten Demak menemukan sejumlah temuan yang berpotensi kecurangan pada pemungutan suara pilpres. Temuan ini seputar pemilih yang menggunakan C6 dari luar Demak sampai tata cara pengisian form C1 yang masih salah.

Ketua Panwaslu Demak, Khoirul Saleh menyebutkan, dari temuan petugas pengawas lapangan (PPL) sedikitnya ada tiga orang diperbolehkan mencoblos meski berasal dari luar TPS. Dua dari tiga orang itu sepasang suami istri yang berasal dari luar Desa/Kecamatan Gajah tapi diperbolehkan KPPS untuk mencoblos di TPS 5 setempat.

”Dua orang itu tidak menggunakan form A5, hanya menunjukkan KTP dan sudah diperbolehkan mencoblos sekitar pukul 11.45. Satu orang lainnya warga dari luar Desa Bakung, Kecamatan Mijen hanya dengan menyerahkan form C6 yang beralamat Semarang juga diperbolehkan mencoblos di TPS 1 desa tersebut,” ungkapnya didampingi Komisioner Panwaslu Ulin Nuha dan Amin, kemarin.

Hentikan Penghitungan

Padahal, lanjutnya, pencoblosan di luar TPS domisili hanya bisa dilakukan oleh pemilih yang bisa menunjukkan form A5. Sedangkan pemilih yang menggunakan KTP, baru dilayani mulai pukul 12.00. Selanjutnya, potensi kecurangan lainnya adalah ditemukannya surat suara ”selundupan” di TPS 13 dan 19 Desa Batursari, Kecamatan Mranggen. Di kedua TPS masing-masing terdapat satu surat suara tanpa tanda tangan KPPS tapi sudah dalam kondisi dicoblos.

Akhirnya, surat suara itu dinyatakan tidak sah. Amin menambahkan, kesalahan penulisan angka pada form model C, C1 dan lampiran C1 ternyata masih juga ditemukan. Kesalahan tersebut pada kolom penulisan angka perolehan suara masing-masing pasangan calon. ”Semisal pasangan nomor urut satu mendapat 81 suara maka kolom pertama harus diberi tanda silang, tapi ini malah dikosongkan.

Penulisan seperti itu tentu rawan terhadap penggelembungan suara,” imbuhnya. Adapun kesalahan penulisan tersebut ditemukan PPL di wilayah Kecamatan Wonosalam. Selanjutnya, terkait tahapan Pilpres saat ini semestinya baru memasuki proses rekapitulasi suara di tingkat PPS mulai 10-12 Juli.

Tapi ternyata ada PPS di dua desa yakni Desa Gebang, Kecamatan Bonang dan Desa Ruwit, Kecamatan Wedung yang telah melakukan penghitungan suara Rabu (9/7) malam. Untuk Desa Ruwit, PPL setempat sempat menghentikan proses penghitungan suara agar dilanjutkan pada esok harinya sesuai ketentuan dari KPU. Semestinya proses rekapitulasi suara ini tidak dilaksanakan malam hari, supaya masyarakat bisa tahu.

Apalagi pada bulan Ramadan, masyarakat muslim melaksanakan ibadah Shalat Tarawih pada malam hari. Selain itu, sesuai pasal 166, proses penghitungan suara dalam kondisi tertutup, tempat kurang terang, suara petugas tidak jelas, dicatat kurang jelas dan tidak disaksikan pengawas lapangan serta masyarakat maka pihaknya berhak merekomendasikan untuk dilakukan penghitungan ulang. (J9-72)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/11/267028

13 Juli 2014 - Posted by | DEMAK

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: