KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

KPK Ditantang Usut Indikasi Korupsi APBD DKI


JPNN.COM – Minggu, 29 Juni 2014

JAKARTA – Forum Warga Kota Jakarta mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi yang lambat menyelidiki temuan Badan Pemeriksa Keuangan tentang indikasi korupsi APBD DKI Jakarta di era Gubernur Joko Widodo.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan di Jakarta, Sabtu malam (28/6), mengatakan, korupsi itu bukan delik aduan sehingga ketika ada temuan seperti dari BPK maka KPK harus ambil tindakan. “KPK jangan lambat,” ungkap Igor dalam keterangannya.

Ia pun heran, mengapa KPK cepat bertindak untuk kasus di Riau, Kalimantan Tengah, Banten, Jabar, sampai Papua. “Tetapi untuk yang di depan mata seperti DKI Jakarta, malah kurang responsif,” sesalnya.

Karenanya, Igor mendesak KPK tak terpengaruh dengan tokoh-tokoh yang mungkin tersangkut kasus ini. Dia menegaskan, prinsip tidak pandang bulu harus konsisten dipegang KPK.

Seperti diketahui, temuan BPK mengerucut pada indikasi korupsi senilai Rp 1,54 triliun. Pos-pos kebocoran juga tersebar di berbagai dinas.

Di Dinas Pekerjaan Umum, misalnya, ditemukan kejanggalan pencairan uang persediaan. Pada akhir 2013 dilakukan pencairan sebesar Rp 110,04 miliar yang sebanyak Rp 104,62 miliar ditransfer ke rekening kepala seksi kecamatan, suku dinas, dan kepala bidang pemeliharaan jalan.

Program Kampung Deret juga dinilai meleset dari target. Dari anggaran Rp 214 miliar, hanya terealisasi Rp 199 miliar hingga 30 Mei 2014 atau 93,12 persen dari target. Selain itu, banyak juga rumah deret yang berdiri di atas tanah negara, di lokasi drainase, dan garis sepadan sungai.

Di Dinas Pendidikan, misalnya, meliputi penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) ganda kepada 9.006 penerima senilai Rp 13,34 miliar. Sedangkan hasil audit dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) menunjukkan indikasi kerugian Rp 8,29 miliar.

Kasus serupa juga pada pengadaan Transjakarta dan bus sedang di Dinas Perhubungan yang tidak sepenuhnya sesuai ketentuan dan diragukan kewajaran harganya senilai Rp 118,40 miliar dan Rp 43,87 miliar.(boy/jpnn)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/06/29/243077/KPK-Ditantang-Usut-Indikasi-Korupsi-APBD-DKI-

Iklan

13 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: