KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Ampedes Minta Polisi Tuntaskan Kasus Sidorejo


SUARA MERDEKA.com – Minggu, 13 Juli 2014

REMBANG, suaramerdeka.com – Aliansi Masyarakat peduli Desa Sidorejo (Ampedes) meminta polisi segera menuntaskan kasus dugaan penggelapan dana  tukar guling Desa Sidorejo, yang melibatkan mantan Kades, Solikh. Sebab, kasus itu sudah lama dilaporkan oleh pihak Ampedes, selaku perwakilan warga kepada polisi.

Salah seorang koordinator Ampedes, Abdul Munim, Minggu (13/7) siang mengatakan, pihaknya masih menunggu tindak lanjut hasil penyelidikan Polres Rembang. Namun beberapa waktu yang lalu, ia mengakui telah menerima surat pemberitahuan dari Polres Rembang yang menyebutkan proses penyelidikan kasus Sidorejo sudah selesai. “Memang benar ada surat dari Polres Rembang yang menyebut penyelidikan kasus dugaan kasus penyelewengan tukar guling banda desa Sidorejo telah selesai. Tindak lanjutnya menurut surat itu masih harus menunggu Badan Pengawas Keuangan Pemerintah (BPKP) Jawa Tengah,” ujar Munim.

Menuut Munim, sejauh ini sudah ada 36 warga Desa Sidorejo yang dipanggil penyidik Polres Rembang untuk dimintai keterangan. Dari jumlah itu salah satunya adalah Solikh, sebagai mantan Kades Sidoerjo. “Kami juga sempat menerima kabar bahwa mantan Kades telah mengembalikan sebagian uang hasil korupsi sebesar 130 juta. Intinya kami semua tetap berharap kasus ini berlanjut sampai tuntas,” imbuh dia.

Munim menyebutkan, saat ini yang baru dilaporkan ke pihak kepolisian adalah kasus penyelewengan dana lelang banda desa tahun 2007. Untuk dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) sejak tahun 2010 hingga 2013 belum diproses.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Rembang, AKP Joko Santoso menyatakan, proses penyelidikan atas dugaan kasus penyelewengan tukar guling banda Desa Sidorejo sudah selesai. Saat ini proses akan dinaikan menjadi penyidikan, namun harus menunggu terlebih dahulu BPKP Jawa Tengah.

Pihaknya memastikan semua tahapan hukum sudah dilakukan oleh tim penyidik. Hanya saja memang penyidik membutuhkan keterangan sejumlah saksi untuk melakukan pengembangan laporan. “Penyelidikan sudah selesai dan akan naik menjadi penyidikan, Hanya saja prosesnya masih harus menunggu BPKP,” terang Joko Santoso.

( Ilyas al-Musthofa / CN38 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/07/13/209375

13 Juli 2014 - Posted by | REMBANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: