KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pengadaan Batik Diminta Dihentikan


SUARA MERDEKA – Rabu, 09 Juli 2014

  • Sekolah Mengaku Tak Memesan

KLATEN – Komisi IV DPRD meminta pengadaan seragam batik khas Klaten bagi siswa SMP, SMA, dan SMK di Klaten dihentikan. Pengadaan tersebut dan mereka evaluasi. Harga seragam batik tersebut dinilai terlalu mahal dengan mutu jelek. Pengadaan juga bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 45 Tahun 2014.

Rapat kerja yang digelar Senin (7/7) petang dihadiri anggota Komisi IV, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Drs Sugiarto dan jajarannya.
Sayang, Kepala Disdik Pantoro tidak bisa hadir karena masih berduka. Wakilnya tidak bisa memberikan penjelasan terkait kebijakan tersebut.
’’Ada fakta menarik yang terungkap dalam raker, yakni perwakilan kepala sekolah menyampaikan pihak sekolah tidak memesan seragam batik tersebut. Mereka hanya melaksanakan saja,’’ kata anggota Komisi IV DPRD Suhardjanto, Selasa (8/7).

Diperoleh informasi, pengirim seragam adalah Toko Sinar Baru Solo. Komisi IV ingin mengatahui pihak yang memerintah toko itu mengirim seragam. Sebab, pihak sekolah menyatakan hanya menerima drop-dropan. Komisi menduga ada yang mengkoordinasi pengiriman seragam tersebut. Karena itu, Dewan bertekad menelusuri jalur pengadaan seragam dengan harga tidak wajar itu.

Sayang, Komisi IV tak mendapat penjelasan lebih lanjut. Anehnya, Disdik belum membuat surat edaran (SE) untuk menghentikan penjualan seragam sebagai tindak lanjut rapat kerja dengan Komisi IV 27 Juni lalu. ’’Seharusnya, Disdik membuat SE, 30 Juni lalu. Sudah jelas Disdik melanggar Permendikbud No 45/2014 yang menyebut pengadaan seragam dilakukan oleh orang tua siswa dan tak boleh dikaitkan dengan penerimaan peserta didik baru dan kenaikan kelas,’’ tegas Suhardjanto.

Anggota Komisi IV DPRD Klaten Eko Prasetyo menambahkan, Komisi IV menyesalkan karena tidak ada penjelasan tentang hal itu, sehingga sepakat rapat terpaksa ditunda. Mereka akan menginventarisasi masalah pada rapat internal, namun tidak mengevaluasi hasil raker terdahulu tentang penghentian penjualan seragam. Disdik berdalih hasil raker sudah ditindaklanjuti oleh SMP dan SMK, namun ada beberapa SMA yang tidak mengindahkan. Harga seragam siswa SMK Rp 190.000, baik jumbo atau biasa.

SE Resmi

Sugiarto mengakui, Disdik belum membuat SE resmi tentang penghentian penjualan seragam, hanya dikirimi SMS saja. ’’Kesimpulan raker 27 Juni tetap berlaku, yaitu penjualan seragam harus dihentikan dan dievaluasi. Komisi IV akan segera menggelar rapat internal dengan bahan-bahan inventarisasi masalah yang didapat dari raker Senin malam dan temuan di lapangan,’’ kata Eko yang juga anggota Fraksi PDIP itu.

Kalau pada raker terdahulu disepakati yang akan melakukan evaluasi adalah Disdik, maka pada rapat mendatang Komisi IV juga akan melakukan evaluasi. Beberapa usulan bahan evaluasi Komisi IV mencakup kebijakan penjualan seragam, rasionalisasi harga dan sistem pembayaran. (F5-61)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/09/266847

12 Juli 2014 - Posted by | KLATEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: