KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kubu Rina Tuding Penyidik Langgar HAM


PATI EKSPRES – Selasa, 08 Juli 2014

  • Beralasan Sakit, Mangkir dari Panggilan

SEMARANG – Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sriratnaningsih Senin (7/7) kemarin mangkir dari panggilan tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng).

Seharusnya tersangka kasus dugaan pencucian uang dan korupsi proyek Griya Lawu Asri (GLA) itu datang ke kantor Kejati Jalan Pahlawan Semarang untuk pelimpahan tahap dua. Melalui Kuasa Hukumnya, M Taufiq, pihak tersangka datang ke Kejati Jateng untuk mengirim surat penundaan. Alasannya, mantan orang nomor satu di Karanganyar itu sedang sakit.

“Ibu Rina hari ini (kemarin. red) dipanggil ke Kejaksaan. Kami kesana mengirim surat minta penundaan. Ibu Rina saat ini sakit,” kata Taufiq saat dikonfirmasi wartawan, Senin (7/7). Ditanya soal kapan kepastian kliennya bisa memenuhi panggilan tim penyidik, Taufiq enggan memberi keterangan. Pihaknya tidak bisa memperkirakan waktu tersebut.  “Kami tidak bisa memberi jawaban kapan Ibu Rina sembuh,” imbuhnya.

Menanggapi pemanggilan itu, Taufiq menilai tim penyidik Kejati Jateng tidak menjalankan proses penyidikan sesuai prosedur. Menurutnya, alat bukti dari penyidik masih diragukan. Sesuai pasal 184 Kitab Umum Hukum Acara Pidana, jika dua alat bukti masih diragukan harus diuji terlebih dulu di laboratorium. “Penyidik tidak menghargai Hak Asasi Manusia (HAM). Ini kejahatan jabatan seperti halnya yang pernah dilakukan oleh Jaksa Cyrus Sinaga,” tudingnya.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng Masyhudi membenarkan adanya surat penundaan dari tim Kuasa Hukum tersangka Rina Iriani. Dalam hal ini, pihaknya merencanakan pemanggilan ulang pada Senin (14/7) pekan depan. “Kami akan panggil (Rina Iriani.red) Senin depan,” ucap Masyhudi.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan berkas kasus dugaan pencucian uang dan korupsi proyek Griya Lawu Asri (GLA) dengan tersangka Rina Iriani Sriratnaningsih sudah P21 atau lengkap. Langkah selanjutnya penyidik merencanakan pemanggilan Rina Senin (7/7) kemarin untuk pelimpahan tahap dua.

Usai pemanggilan tersangka segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karanganyar. Kejati Jateng bertugas membuat tim untuk menyusun dakwaan. Tersangka Rina Iriani sendiri sempat melaporkan penyidik Kejati Jateng ke Polda Jateng dengan kasus pidana umum. Hal itu terkait dugaan pemalsuan surat yang dijadikan barang bukti oleh penyidik.

Surat yang dimaksud surat rekomendasi Rina ke Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk mencairkan dana proyek GLA. Dalam surat itu ada tanda tangan Rina. Namun kubu Rina menilai tanda tangan itu palsu. Kejati mengakui hanya mendapatkan salinan surat berbentuk fotocopy. Tetapi menurut penyidik, surat itu sudah cukup dijadikan bukti.

Kasus GLA merugikan keuangan negara sebesar Rp 18.671.339.532. Dana itu mengalir ke Tony Rp 3.041.544.200, Rina Iriani Sri Ratnaningsih Rp 11.130.998.000 dan Handoko Mulyono Rp 370.000.000. Rina berperan merekomendasikan Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera dalam penyaluran subsidi program Kementrian Perumahan Rakyat. Rekomendasi ke KSU sejahtera itu tanpa verifikasi dan rekomendasi Dinas Koperasi setempat.

Proyek GLA terletak di Desa Jerukswawit, Gondangrejo, Karanganyar. Proyek dari Kemenpera untuk membangun 1.263 unit rumah bersubsidi. Pelaksana proyek adalah KSU Sejahtera. Usulan atas proyek dibuat tahun 2007, agar KSU Sejahtera dipilih sebagai lembaga keuangan non-bank penyalur subsidi Kemenpera.

Berdasar surat Bupati Rina, Kemenpera mengucurkan dana Rp 15,7 miliar pada 2007 dan Rp 20 miliar pada 2008. Pada 2007, KSU Sejahtera diketuai oleh Fransiska Riyana Sari dan 2008 oleh Handoko Mulyono. Tony telah dipidana lima tahun 10 bulan penjara, Fransiska dipidana dua tahun penjara dan Handoko empat tahun. (ris)

Sumber : http://www.patiekspres.co/2014/07/kubu-rina-tuding-penyidik-langgar-ham/

Iklan

12 Juli 2014 - Posted by | KARANGANYAR

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: