KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Jaksa Persiapkan Eksekusi Harta Parmanto


SUARA MERDEKA – Minggu, 18 Mei 2014

  • Bernilai Rp 24.755.165.793

TEGAL- Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, kini mulai mempersiapkan berkas-berkas penting untuk melaksanakan eksekusi atas harta yang dimiliki terpidana Parmanto.

Eksekusi itu berkait perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, kini statusnya telah memiliki kekuatan hukum yang tetap. ”Berkas-berkasnya sudah lengkap.

Tapi kami perlu juga berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tegal, juga pihak terkait lainnya hingga Bank Bukopin Cabang Tegal,” kata Kasi Pidum Kejari Tegal, Suparman yang juga jaksa dalam perkara pidana tersebut. Dikatakan, persidangan perkara itu bisa menjadi cepat memiliki status kekuatan hukum yang tetap, karena didukung sejumlah faktor.

Contohnya, terdakwa Parmanto yang awalnya pikir-pikir atas vonis majelis hakim PN Tegal, akhirnya batal mengajukan banding. Karena itulah jaksa yang semula mengajukan banding atas vonis tersebut, kemudian mencabut bandingnya.

Ketua PN Tegal, Barmen Sinurat yang juga hakim ketua dalam persidangan perkara tersebut menyatakan, dengan demikian perkara pidana itu telah memiliki kekuatan hukum tetap kendati baru di tingkat persidangan pertama. Menurut Suparman, pihaknya mencabut atau tak meneruskan proses pengajuan banding, justru untuk memperlancar proses hukum tersebut agar cepat selesai. Selain itu untuk memperlancar proses eksekusi.

Diserahkan ke Bukopin

Bila dapat dilaksanakan eksekusi dengan cepat, kata dia, maka harta terdakwa yang disita akan langsung diserahkan ke Bank Bukopin Cabang Tegal. Apalagi harta tersebut sangat dibutuhkan bank tersebut untuk memperlancar usahanya. Parmanto sendiri awalnya dituntut delapan tahun penjara, denda Rp 2.000.000.000 dan subsidair 10 bulan penjara.

Majelis hakim yang terdiri atas Barmen Sinurat (hakim ketua), dengan dua anggotanya Chairil Anwar dan Santhos Wahjoe P, dalam amar putusannya, memvonis lima tahun enam bulan penjara, denda sebesar Rp 2.000.000.000, subsidair delapan bulan penjara. Sementara itu,harta terdakwa yang dirampas dan dikembalikan ke Bank Bukopin Cabang Tegal, antara lain, tanah dan bangunan terdiri atas 21 sertifikat. Jika ditotal nilainya dengan kondisi sekarang, menurut JPU, cukup mendekati nilai kerugian yang dialami Bank Bukopin Cabang Tegal.

Atau sesuai dengan dakwaan jaksa di awal persidangan pada Senin 2 Desember 2013, disebutkan terdakwa telah mengakibatkan kerugian sebesar Rp 24.755.165.793. Harta terdakwa yang disita, antara lain, rumah di Solo senilai Rp 3.750.000.000, rumah di Graha Estetika Semarang Rp 2.814.634.000. Tiga bidang tanah di Kelurahan Debong Tengah, Kota Tegal senilai Rp 6.970.000.000.

Kemudian tanah atau gudang di Jl Dr Wahidin, Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal senilai Rp 8.544.600.000. Penyitaan harta itu, merujuk pada perbuatan terdakwa yang dinilai majelis hakim, sesuai dengan ketentuan Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (D12-68)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/05/18/261778

Iklan

12 Juli 2014 - Posted by | TEGAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: