KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Lima Kasus Politik Uang, Empat Diperiksa Gakkumdu


SUARA MERDEKA.com – Jum’at, 11 Juli 2014

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Lima kasus dugaan politik uang ditemukan di Jateng selama berlangsungnya pemilu presiden. Dugaan pembagian uang terjadi di Kudus, Sragen, Batang, Cilacap dan Karanganyar. Empat di antaranya, ditindaklanjuti Tim Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu), kecuali Karanganyar.

‘Khusus untuk kasus Karanganyar, setelah dilakukan klarifikasi, ternyata tidak memenuhi unsur politik uang untuk mengarahkan warga pada capres tertentu. Karena itu kasusnya dihentikan,’’ kata Abhan Misbah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jateng.

Ditemui di sela-sela meninjau dan melakukan supervisi di Panwas Karanganyar, dia mengatakan pihaknya menaruh perhatian pada kasus yang memang dilaporkan kepada Panwas dan ditindaklanjuti. Dengan supervisi itu pihaknya ingin tahu seberapa jauh kasus itu sudah ditangani.

‘’Yang keempat daerah lain memang sudah ditangani Gakkumdu dan masih dalam penyidikan. Jika unsurnya memenuhi maka dipastikan akan diteruskan ke pengadilan. Namun jika tidak, maka kasus itu dengan sendirinya ditutup,’’ kata dia.

Bawaslu juga akan mengawal proses perhitungan suara yang kini masih dilaksanakan sampai di tingkat PPS, setelah itu akan dilakukan perhitungan di tingkat PPK, dilanjutkan ke KPU Kabupaten/Kota, Provinsi, kemudian tanggal 22 Juli baru dilakukan pleno di tingkat pusat.

‘’Kami tentu akan mengawal terus proses perhitungan tersebut, jangan sampai terjadi sesuatu yang membuat situasi menjadi tidak kondusif. Tentu di masing-masing tingkatan proses tersebut akan dicermati oleh masing-masing petugas.’’

Sementara itu Ketua Panwas Karanganyar Dwi Joko Mulyono mengatakan, kasus di Karanganyar bermul;a dari laporan salah satu kader pendukung salah satu capres yang menangkap basah salah seorang warga Desa Bendungan, Kaliboto, Mojogedang.

Salah seorang warga tertangkap saat membagi-bagikan uang pecahan Rp 5.000 sebanyak dua lembar kepada tiga warga lainnya. Namun kemudian dia ditangkap warga tepat hari H pencoblosan pada Rabu lalu sekitar pukul 06.00.

Kasus itu kemudian dibawa ke Panwas Kecamatan dan diteruskan ke Panwas Kabupaten. Semua pihak yang dididuga terlibat dalam kasus itu kemudian diklarifikasi. Termasuk dugaan keterlibatan salah seorang anggota PPS yang memberikan uang kepada si pembagi uang kepada warga.

‘’Namun dari penelusuran Tim Panwas, memang tidak ditemukan unsur politik uang. Pemberian uang hanya Rp 10.000 kepada warga karena desa itu selama ini tingkat partisipasinya rendah. Karena itu PPS berinisiatif membagi uang agar warga mau menggunakan hak pilihnya mencoblos.

‘’Namun tidak ada unsur paksaan atau mengarahkan agar mencoblos capres tertentu. Warga yang diberi uang juga mengaku tidak disuruh mencoblos gambar tertentu, hanya disuruh datang ke TPS saja,’’ kata Dwi Joko.

Karena itu kasus itu kemudian ditutup karena unsur politik uang yang dilakukan pihak tertentu ternyata tidak memenuhi.

( Joko Dwi Hastanto / CN19 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/07/11/209131

Iklan

11 Juli 2014 - Posted by | KARANGANYAR, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: