KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Bendahara Umum PDIP Terima Suap Rp 2,5 Miliar dari Proyek Hambalang


SUARA MERDEKA.com – Rabu, 09 Juli 2014

JAKARTA, suaramerdeka.com – Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Olly Dondokambey menerima suap Rp 2,5 miliar dari proyek Hambalang. Fakta ini makin terkuak dalam vonis terhadap mantan Kepala Divisi Konstruksi perusahaan pemenang tender proyek Hambalang PT Adhi Karya, Teuku Bagus Noor yang dihukum 4,5 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dari fakta analisis yuridis, diungkap Majelis Hakim, Teuku Bagus Noor terbukti melakukan suap sebesar Rp 2,5 miliar kepada Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey. Pemberian uang ini bertujuan untuk mempengaruhi perubahan anggaran proyek Hambalang dari awalnya tahun tunggal menjadi tahun jamak. Olly sendiri, pada 2010 silam adalah Anggota Badan Anggaran DPR RI.

“Jadi, biaya anggaran untuk pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang yang awalnya Rp 125 miliar menjadi Rp 2,5 triliun,” ujar anggota Majelis Hakim Sinung Hermawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Selasa (8/7).

Noor sendiri, dalam sidang pemeriksaan sudah mengakui adanya pemberian Rp 2,5 miliar ini kepada Olly. Keterangan itu disampaikannya setelah membenarkan pernyataan JPU KPK yang menanyakan ikhwal suap ini.

Hakim Sinung menjelaskan, pemberian ini merupakan bagian dari tugas yang diembankan Noor kepada Manajer Pemasaran PT Adhi Karya Arief Taufiqurahman. Saat itu, untuk memuluskan segala urusan soal proyek Hambalang, Noor memerintahkan Arief untuk menggelontorkan uang kepada beberapa pihak.

Misalnya Anas Urbaningrum Rp 2,2 miliar, Wafid Muharam Rp 6,5 miliar, Mahyuddin (mantan Ketua Komisi X DPR) Rp 500 juta, Adirusman Dault Rp 500 juta, petugas di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp 135 juta, Deddy Kusdinar Rp 1,1 miliar, pengurusan retribusi Rp 100 juta, anggota DPR sebesar Rp 500 juta dan biaya sewa hotel dan panitia lelang serta lain-lainnya sebesar Rp 606 juta.

Olly sampai saat ini belum ditetapkan status hukum apapun oleh KPK, meskipun, dia kerap kali bolak-balik diperiksa KPK dalam kasus Hambalang.

( Budi Yuwono / CN26 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/07/09/208788

11 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: