KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Teuku Bagus Kena Hukuman 4,5 Tahun


SUARA MERDEKA – Rabu, 09 Juli 2014

JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis kepada Teuku Bagus Mohammad Noor. Mantan kepala Divisi Konstruksi 1 PT Adhi Karya Tbk ini divonis empat tahun enam bulan kurungan penjara. ’’Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Teuku Bagus Muhammad Noor selama empat tahun enam bulan penjara dan denda 150 juta subsider tiga bulan penjara,’’ kata hakim ketua Purwono Edi Santoso, saat membacakan amar putusan, Selasa (8/7).

Hal-hal yang memberatkan adalah tidak mendukung upaya pemerintah dalam melakukan pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa dianggap kooperatif, berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum dan mengembalikan seluruh uang dari tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) KPK menuntut Noor dengan tujuh tahun penjara dan denda pidana sebesar 300 juta subsider 6 bulan kurungan. Teuku Bagus terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan sebagaimana dalam dakwaan kedua yakni melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 kesatu Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Noor pernah membenarkan dakwaan jaksa, Anas Urbaningrum ikut meminta jatah proyek Hambalang. Pemberian uang ini supaya PT Adhi Karya mengerjakan proyek bernilai Rp 2,5 triliun di Bukit Hambalang, Bogor, dan digunakan sebagai biaya kongres Partai Demokrat pada 2010 di Bandung.

Memengaruhi

Sementara itu, dari vonis tersebut juga terungkap fakta analisis yuridis, bahwa Noor terbukti menyuap Rp 2,5 miliar kepada politikus PDIP Olly Dondokambey. Pemberian uang ini bertujuan untuk memengaruhi perubahan anggaran proyek Hambalang dari awalnya tahun tunggal menjadi tahun jamak.

Olly sendiri, pada 2010 silam adalah anggota Badan Anggaran DPR. ’’Biaya anggaran untuk pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang yang awalnya Rp 125 miliar menjadi Rp 2,5 triliun,’’ ujar anggota majelis hakim Sinung Hermawan di Pengadilan Tipikor. Hakim Sinung menjelaskan, pemberian ini merupakan bagian dari tugas yang diembankan Noor kepada Manajer Pemasaran PT Adhi Karya Arief Taufiqurahman.

Sejumlah pihak pun ikut menikmati suap. Misalnya, Anas Urbaningrum mendapat jatah Rp 2,2 miliar, Wafid Muharam Rp 6,5 miliar, Mahyuddin (mantan Ketua Komisi X DPR) Rp 500 juta, Adirusman Dault Rp 500 juta, petugas di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp 135 juta, Deddy Kusdinar Rp 1,1 miliar, pengurusan retribusi Rp 100 juta, anggota DPR sebesar Rp 500 juta dan biaya sewa hotel dan panitia lelang serta lainlainnya sebesar Rp 606 juta. Olly sampai saat ini belum ditetapkan status hukum apa pun oleh KPK dalam kasus Hambalang.(D3- 25,90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/09/266830

10 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: