KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

KPK Apresiasi Vonis Mantan Ajudan Rusli


SUARA MERDEKA- Rabu, 09 Juli 2014

  • Kesaksian Palsu di Persidangan

JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru menjatuhkan hukuman selama tujuh tahun penjara kepada Said Faisal, ajudan Gubernur Riau Rusli Zainal.

Said terbukti secara sah dan meyakinkan telah memberikan kesaksian palsu di muka pengadilan dalam persidangan Rusli Zainal. ’’Putusan hakim dan tuntutan jaksa KPK terhadap tersangka yang disangkakan membuat keterangan tidak benar ini bisa menjadi peringatan bagi siapa saja untuk tidak lagi berbohong dalam memberikan keterangan di depan persidangan pengadilan yang disumpah itu,’’ kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Selasa (8/7).

Dia menegaskan, berbohong di persidangan merupak a n suatu kejahatan yang serius. Karena itu, lanjut Johan, pihaknya mengimbau agar para saksi selalu berkata jujur baik dalam proses pemeriksaan di tingkat penyidikan maupun persidangan. Seperti diketahui, Said Faisal alias Hendra dihukum tujuh tahun dan denda sebesar Rp 350 juta. Apabila denda itu tidak dibayarkan, dapat diganti dengan hukuman tiga bulan kurungan.

Lima Saksi

Jalannya sidang Said, lima saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, menyatakan, Said Faisal telah menerima titipan uang untuk Rusli Zainal. Kelima saksi itu adalah Satmoko (Kepala Divisi Wilayah Riau PT Adhi Karya), Diki Eldianto, Siswanto, Yudi Priyadi dan Nursya’adah.

Satmoko mengatakan, pemberian uang itu bermula ketika ia dimintai uang oleh Lukman Abbas (mantan Kadispora Riau, terpidana 5,5 tahun) sebesar Rp 500 juta, untuk pencairan dana PON Riau, yang akan diserahkan kepada Rusli Zainal (terpidana 14 tahun). ’’Saya dimintai uang oleh Lukman Abbas Rp 500 juta, dan saya jawab akan saya usahakan pertengahan Februari 2012,” terang Satmoko.

Pada pertengahan Februari, ia bertemu dengan Lukman Abbas sekalian memberikan ucapan pamit rekannya Diki Eldianto, mantan karyawan PTAdhi Karya dan memperkenalkan Yudi Priadi, sebagai Manager Operasi Wilayah II Provinsi Riau. Kemudian saksi menyanggupi permintaan Lukman Abbas. Pada 24 Februari 2012, saat Satmoko berada di Medan, Diki melaporkan kalau uang sebesar Rp500 juta permintaan Lukman Abbas itu telah diserahkan dan diterima oleh Said Faisal, selaku ajudan Rusli Zainal.

Selanjutnya, JPU Andi Suharlis SH, Jarot SH dan Dodi SH, menghadirkan saksi Diki Eldianto, Siswanto, Yudi Priyadi dan Nursya’adah. Dalam kesaksiannya, Diki Eldianto mengatakan kalau uang sebesar Rp500 juta memang diserahkan dan diterima oleh terdakwa. “Uang saya serahkan dan diterima langsung oleh terdakwa Pak Hakim,’’ ucap Diki. (J13,ant- 90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/09/266828

Iklan

10 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: