KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Temukan Rekening Aliran Dana


RADAR SEMARANG – Jum’at, 07 Februari 2014

DEMAK-Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak, kemarin, melakukan penggeledehan Kantor CV Nusa Cipta Utama di Perum Nusa Indah 1 Blok D Nomor 07, RT 4 RW 2, Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam.
Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari barang bukti (BB) terkait dugaan korupsi proyek talud di Dukuh Timbulsloko dan Dukuh Bogorame, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung. Dua proyek talud program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) yang dananya dari anggaran pemerintah pusat tahun 2011 senilai Rp 850 juta ini diduga menyimpang.
Kajari Demak Zairida SH melalui Kasi Pidsus, Dafit Supriyanto SH mengatakan bahwa upaya pencarian bukti-bukti proyek itu dijalankan tim kejaksaan. “Penggeledahan ini sudah disetujui pihak bersangkutan, termasuk dari RT setempat,” terang Dafit di kantornya, kemarin.
Di kantor milik tersangka EM selaku kontraktor sekaligus Direktur CV Nusa Cipta Utama ini, tim kejaksaan menemukan beberapa alat bukti. Antara lain, laporan pekerjaan dan kontrak kerja, rekening koran CV Nusa Cipta, serta kuitansi aliran dana terkait proyek talud penahan gelombang laut sepanjang 600 meter tersebut. “Kami telah memeriksa tersangka dan yang bersangkutan mengakui proyek talud itu, CV-nya yang mengerjakan,” katanya.
Dafit SH mengatakan, proyek fisik tersebut dinilai ada kekurangan 45 persen sehingga kualitasnya tidak sesuai bestek yang ada. Saat diselidiki, bangunan talud bagian bawah keropos sehingga mudah rusak. Dafit menambahkan, pihaknya telah memeriksa sekitar 20 saksi serta menetapkan tersangka.
“Sementara, baru dua tersangka dan kemungkinan akan ada tersangka lagi. Tunggu saja. Soal jumlah kerugian uang negara, masih kami hitung bersama BPKP,” jelasnya.
Seperti diketahui, pihak kejaksaan telah melakukan penyelidikan sejak November 2013 lalu serta menindaklanjuti penyidikan pada Januari 2014 ini. “Jadi, ada perintah dari Kejati agar kami mengecek proyek-proyek PPID di Demak yang dananya dari pemerintah pusat. Kebetulan, ketika diselidiki, langsung menemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Indikasinya, pekerjaan tanpa ada fondasi bawah talud,” kata Dafit sebelumnya.
Dafit mengatakan, proyek PPID di Demak totalnya senilai Rp 10 miliar. Namun, besaran dana itu untuk pengerjaan sebanyak 35 proyek. Ada yang untuk membangun talud dan ada pula untuk membangun jalan. “Yang kami sidik baru dua proyek talud ini,” katanya. (hib/ida)

Sumber : http://radarsemarang.com/2014/02/07/temukan-rekening-aliran-dana/

9 Juli 2014 - Posted by | DEMAK

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: