KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Rina Iriani Diminta Penuhi Panggilan Kejaksaan


SUARA MERDEKA.com – Senin, 07 Juli 2014

  • Berkas Perkara Lengkap

SEMARANG – Mantan bupa­ti Karanganyar Rina Iriani dijadwalkan Senin (7/7) ini, untuk memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. Hal ini me­nyusul berkas perkaranya yang sudah dinyatakan lengkap pada minggu lalu.

Kepala Kejati Jateng Babul Khoir Harahap menyatakan, pemanggilan Rina Iriani yang tersangkut dugaan kasus korupsi dan pencucian uang proyek perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA) Karanganyar harus dila­kukan. ”Sudah lengkap (berkas) ja­di segera dipanggil kembali,” ujar Babul Khoir Harahap, kemarin

Setelah berkas ini lengkap, pihak penyidik akan melakukan pelimpahan tahap kedua dengan menyerahkan tersangka serta barang bukti dari penyidik kepada jaksa penuntut umum (JPU). Pascapelimpahan, jaksa akan membuat rencana dakwaan untuk segera disetujui.

”Administrasi di Karanganyar walau Kejati yang menyidik. Pelimpahan ke pengadilan juga mereka (Kejari Karanganyar),” tuturnya.

Kasus yang diduga melibatkan mantan orang nomor satu di Karanganyar ini diperkirakan menimbulkan kerugian negara hingga Rp 18,4 miliar.

Di lain pihak kuasa hukum Rina, M Taufik mengaku belum mendapat pemberitahuan panggilan dari Kejati Jateng. ”Sampai sekarang (kemarin) belum ada pemberitahuan panggilan. Jadi klien saya belum akan datang Senin,” ujarnya.

Tak Tersalurkan

Rina Iriani ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana Pencu­cian Uang (TPPU) sejak 8 Januari 2014. Sebelumnya, pada Novem­ber 2013 Rina ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana Kemen­pera.

Dalam kasus korupsi itu, Rina diduga telah merekomendasikan Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera sebagai lembaga keuangan mikro non bank yang laik menyalurkan subsidi Kemen­pera.

Saat itu, suami Rina, Tony Iwan Haryono (sekarang mantan) menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas KSU. Tahun 2007-2008, total bantuan yang dikucurkan Kemenpera melalui KSU mencapai Rp 35 miliar. Jumlah dana yang tidak tersalurkan mencapai Rp 18,4 miliar.

Sebagian dana diduga mengalir ke Rina Center. Selain itu, dana diduga mengalir ke tujuh partai politik yakni PDIP, PKS, PAN, Partai Pelopor, Partai Demokrat, PPP, dan PKS. Rina juga diduga memakai dana tersebut untuk kepentingan pribadi. (J14,J17-90)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/07/07/266658/Rina-Iriani-Diminta-Penuhi-Panggilan-Kejaksaan

Iklan

7 Juli 2014 - Posted by | KARANGANYAR

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: