KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Penyidikan Korupsi Beasiswa Fiktif 2003 – Kejari Didesak Bidik Aktor Lain


PATI EKSPRES – Jum’at. 04 Juli 2014

SEMARANG – Mantan Kepala Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) Kota Semarang, Heru Supriyono yang juga mantan terpidana kasus korupsi beasiswa fiktif tahun 2003 meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang membuka kembali dan membidik aktor lain dalam perkara korupsi yang pernah menjeratnya.

Hal itu diungkapkan Heru di sela-sela menjalani persidangan atas perkara gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang kepada dirinya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Menurutnya, perkara yang pernah menjeratnya tersebut penuh dengan dugaan rekayasa. Ia merasa hanya sebagai korban dari atasan yakni Wali Kota Semarang ketika itu. “Kami mempunyai bukti-bukti yang kuat untuk mendukung hal itu,” ungkapnya.

Heru membeberkan, terdapat tiga barang bukti yang bisa menjerat mantan atasannya itu. Pertama rekomendasi BPK RI. Sesuai rekomendasi BPK RI saat itu, terjadi kesalahan kebijakan yang dilakukan. Penyaluran beasiswa wali kota melalui jalur parpol tidak sesuai dengan ketentuan Kepmendagri 29/2002 dan Surat Keputusan Kadiknas Kota Semarang 900/0507 tanggal 14 Maret 2003 tentang petunjuk teknis pemberian bantuan beasiswa Wali Kota Semarang tahun 2003.

“Kondisi itu mengakibatkan pelaksanaan kegiatan sekolah bebas biaya (beasiswa) tidak efektif minimal senilai Rp 1,2 miliar,” ungkapnya.

Bukti kedua, imbuh Heru, adalah memo Wali Kota terkait penyaluran beasiswa. Sedangkan bukti ketiga adalah kuitansi pengembalian uang kerugian negara dari Wali Kota ke Kasda atas rekomendasi BPK. “Atas hal tersebut, kami meminta Kejari Semarang membuka kembali kasus ini dan membidik aktor lain,” harapnya.

Sebelumnya, Kejari Semarang melalui Kepala Kejari (Kajari) Abdul Azis menyatakan bahwa pihaknya tidak membuka lagi penyidikan atas kasus korupsi beasiswa fiktif 2003. Kasus yang juga melibatkan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Semarang Sudjoko, mantan Wakil Bendahara DPC PDIP Kota Semarang Yulius Basiwantoro BA, dan mantan Wakil Sekretaris DPC PDIP Untung Sujono itu dinyatakan telah inkrah atau mempuyai kekuatan hukum tetap.

“Tidak ada informasi mengenai keterlibatan orang lain yang kami dapatkan. Baik keterangan atau alat bukti dokumen. Termasuk dugaan keterlibatan mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip,” ungkap Azis kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, imbuh Azis, jika ditemukan alat bukti baru, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menindaklanjuti. Tentunya berdasarkan data dan dokumen yang cukup. “Jika data dan dokumen tidak cukup, tidak akan ditindaklanjuti,” tegasnya. (fai/jpnn)

Sumber : http://www.patiekspres.co/2014/07/kejari-didesak-bidik-aktor-lain/

5 Juli 2014 - Posted by | SEMARANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: