KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Berkas Lengkap, Segera Panggil Rina


RADAR SEMARANG – Sabtu, 05 Juli 2014

Korupsi GLA Karanganyar

PLEBURAN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan, kasus dugaan pencucian uang dan korupsi proyek Griya Lawu Asri (GLA) dengan tersangka Rina Iriani Sriratnaningsih, sudah P21 atau lengkap. Hal itu diungkapkan Kepala Kejati Jateng, Babul Khoir Harahap, kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Kamis (3/7). ”Sudah P21. Berkasnya sudah komplet,” kata Babul.
Dikatakan, setelah dinyatakan lengkap, pihaknya akan melakukan panggilan terhadap tersangka. Namun, Babul masih enggan membeberkan kapan panggilan tersebut dilakukan.
Babul menjelaskan, usai pemanggilan tersangka, nantinya segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri. Pihaknya bertugas membuat tim untuk menyusun dakwaan. ”Nanti kami limpahkan ke Kejari. Jaksa Penuntut Umum-nya yang menunjuk ya Kejari. Kami siapkan tim dakwaan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, belum lama ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirimkan surat supervisi secara khusus ke Kejati Jateng terkait korupsi GLA Karanganyar. Disinyalir, alasan supervisi ialah penanganan oleh Kejati dinilai berbelit-beli. Untuk itu, kasus ini akan segera diambil alih KPK. Surat supervisi tersebut sudah dirikimkan KPK ke Kejati, tertanggal 14 Mei 2014.
”KPK mengirimkan surat kami balas. Belum supervisi. Masih meminta perkembangan kasus. KPK memantau kasus ini terus. Kami berkoordinasi yang baik dengan KPK,” bantah Babul waktu itu.
Tersangka Rina Iriani sendiri sempat melaporkan penyidik Kejati Jateng ke Polda Jateng dengan kasus pidana umum. Hal itu terkait dugaan pemlasuan surat yang dijadikan barang bukti oleh penyidik.
Surat tersebut adalah surat rekomendasi Rina ke Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).
Babul mengakui, pihaknya hanya mendapatkan salinan surat berbentuk fotokopi. Tetapi menurutnya, surat itu sudah cukup dijadikan bukti. ”Karena fotokopi, itu dianggap palsu. Hak dia (Rina, Red) lapor ke Polda Jateng,” ungkapnya.
Laporan Rina ke Polda Jateng, menurut Babul, tidak menjadi kendala pihaknya. Kejati Jateng melakukan koordinasi dengan Polda Jateng. Ia berjanji terus melanjutkan kasus ini.
”Soal laporan surat palsu itu ranah Polda Jateng. Biar saja. Kami bekerja di ranah kami saja. Polda sampai saat ini belum mengim SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan, Red). Info dari peneliti, Polda belum temukan bukti asli,” paparnya.
Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, saat dikonfirmasi memaparkan ada beberapa alasan pengambilalihan perkara oleh KPK. Di antaranya, jika penegak hukum diintervensi oleh pihak lain. Penanganan perkara mandek, yakni dari sisi pihak kejaksaan atau kepolisian. Perbuatan melawan hukum diduga terjadi dalam penanganan Kejaksaan. Seperti tidak sesuai dengan ketentuan dan dugaan main mata.
”Supervisi dilakukan karena merasa tidak mampu. Untuk mengambil alih perkara harus memenuhi ketentuan Undang-Undang nomor 31 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Pengambilalihan perkara oleh KPK, biasanya tidak secara langsung, tapi didahului penyerahan,” jelas Johan. (ris/jpnn/aro/ce1)

Sumber : http://radarsemarang.com/2014/07/05/berkas-lengkap-segera-panggil-rina/

Iklan

5 Juli 2014 - Posted by | KARANGANYAR

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: