KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Korupsi Aset UGM, Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP


SUARA MERDEKA.com – Kamis, 03 Juli 2014

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Proses penyidikan kasus dugaan korupsi penjualan aset lahan milik UGM masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY.

Sejak tiga pekan lalu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY telah menyerahkan dokumen pendukung untuk menghitung kerugian negara dalam perkara itu. “Sedang dihitung BPKP. Sejauh ini belum ada konfirmasi tapi prosesnya masih berjalan,” kata Kepala Kejati DIY, Loeke Larasati, Kamis (3/7).

Pihaknya tidak dapat menargetkan waktu penuntasan kasus tersebut. Namun dia meyakini perkara yang menyeret empat dosen Fakultas Pertanian UGM itu akan berlanjut.

Kasi Penerangan Hukum Kejati DIY Purwanta Sudarmaji mengatakan, belum ada jadwal pemanggilan para tersangka. Penyidik masih fokus pada pengumpulan data untuk memperkuat alat bukti. “Tim penyidik masih mengumpulkan dokumen tambahan tentang proses pengadaan dan jual beli tanah yang dilakukan yayasan maupun universitas,” katanya.

Kabid Investigasi BPKP DIY Slamet Tulus Wahyana proses penghitungan kerugian negara dalam kasus UGM masih dalam kajian dan hampir selesai.

Sebagaimana diketahui, Kejati DIY menetapkan empat tersangka dalam perkara dugaan korupsi penjualan aset milik UGM. Aset tersebut berupa lahan seluas 4.000 meter persegi di Dusun Plumbon, Banguntapan, Bantul. Penyidik menemukan indikasi penyimpangan keuangan negara karena tanah itu dijual oleh Yayasan Fakultas Pertanian (Fapertagama) seharga Rp 2 miliar. Tapi dalam laporan pajak penjualan hanya tercantum Rp 1,2 miliar.

Perkara itu ditarik ke tindak pidana korupsi karena lahan tersebut merupakan aset universitas. Namun pihak tersangka mengklaim tanah itu milik yayasan. Adapun empat orang yang dijadikan tersangka adalah Prof Susamto Somowijaryo (guru besar UGM), Dr Triyanto (Wakil Dekan III), Ir Ken Suratiyah MS (dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian), dan Ir Toekidjo (dosen Jurusan Budidaya Pertanian).

Prof Susamto merupakan mantan ketua Yayasan Fapertagama. Sedangkan tiga tersangka lain berperan sebagai anggota yayasan yang ditunjuk untuk mengurus proses jual-beli lahan.

( Amelia Hapsari / CN31 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/07/03/208099

3 Juli 2014 - Posted by | JOGJA RAYA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: