KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Teuku Bagus Dituntut 7 Tahun


SUARA MERDEKA – Rabu, 18 Juni 2014

JAKARTA- Mantan kepala Divisi Konstruksi I PTAdhi Karya, Teuku Bagus Mokhamad Noor dituntut jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta, subsider enam bulan kurungan.

Teuku dinilai secara sah dan meyakinkan telah melakukan penyalahgunaan wewenang sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 464,514 miliar dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang di Kabupaten Bogor.

Dalam kasus ini, Teuku dinilai telah menggelontorkan uang kepada sejumlah pihak untuk memuluskan PT Adhi Karya memenangkan proyek Hambalang. ’’Menuntut agar majelis hakim pengadilan tindak pidana korusi yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Teuku Bagus Mokhamad Noor terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi,’’ kata Jaksa Kresno Wibowo saat membacakan tuntutan dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, kemarin.

Dalam melakukan tindak pidana, Teuku diduga bersama-sama dengan Deddy Kusdinar selaku pejabat pembuat komitmen, Andi Alfian Mallarangeng selaku menpora dan Machfud Suroso selaku direktur PT Dutasari Citralaras.

Selain itu Teuku juga melakukan tindak pidana korupsi tersebut bersama Andi Zulkarnaen Anwar alias Choel Mallarangeng, Lisa Lukitawati Isa, Paul Nelwan, Wafid Muharam dan Muhammad Fakhrudin.

Pidana Tambahan

Jaksa menilai Teuku Bagus terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan sebagaimana dalam dakwaan kedua, yakni melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Tak hanya pidana penjara dan denda, jaksa KPK juga meminta majelis hakim untuk menjatuhkan pidana tambahan kepada Teuku Bagus berupa uang pengganti atas kerugian negara senilai Rp 407.558.610. Uang tersebut harus dikembalikan selambat-lambatnya satu bulan setelah vonis memiliki kepastian hukum tetap. Bila tidak juga dilaksanakan sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan, maka dia dipidana dengan pidana penjara selama 1 tahun penjara. Teuku seusai sidang enggan berkomentar tentang tuntutan hukuman kepada dirinya. (F4-71)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/18/264733

Iklan

2 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: