KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

SMK 2 Masih Pungut SPI


RADAR SEMARANG – Rabu, 02 Juli 2014

KENDAL—Upaya Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti membebaskan orang tua siswa dari biaya Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), sepertinya hanya bualan. Buktinya di SMK N 2 Kendal, justru memanfaatkan momen penerimaan siswa baru untuk menarik dana sebanyak-banyaknya. Tiap siswa ditarik SPI antara Rp 1-3 juta.
“Dana SPI yang terkumpul dari siswa rencananya akan digunakan untuk membangun showroom mobil sebagai bisnis center siswa, bengkel untuk praktik siswa, ruang kelas dan lainnya,” ujar Kepala SMK 2 Kendal, Maryono, Selasa (1/7) kemarin.
Penarikan dana tersebut, diakuinya, bertentangan dengan kebijakan Bupati Kendal yang hendak membebaskan siswa dari dana SPI. Menurut Maryono, kebijakan tersebut seharusnya dibarengi dengan kebijakan dana pendamping bagi sekolah. Baru bisa efektif.
Maryono mengaku jika sekolahnya membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk membangun showroom dan bengkel yang menunjang pembelajaran siswa. Dana tersebut, menurutnya, tidak mungkin diajukan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan.
“Sebab DAK sudah ditentukan dari pusat besaran jumlahnya. Dana DAK tahun ini hanya untuk pembangunan ruang kelas baru dan laboratorium saja. Sehingga, kami bersama-sama komite sekolah mau tidak mau mengambil kebijakan menarik dana dari orang tua siswa. Tapi sifatnya tidak wajib, hanya semampunya orang tua siswa,” tuturnya.
Pembenahan SPI Rp 1-3 juta tersebut diakuinya tidak dibebankan kepada seluruh siswa. 20 persen siswa yang dikategorikan tidak mampu dan keberatan, akan dibebaskan dari SPI. Tahun ini SMK 2 Kendal akan menerima 442 siswa dari tujuh jurusan yang ada.
Selain menarik dana SPI, SMK juga mematok biaya SPP kepada siswanya cukup tinggi, sebesar Rp 150-175 ribu per bulan. Padahal, sekolah sudah mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) Rp 1 juta pertahun. Selain itu mendapat bantuan langsung siswa miskin (BLSM).
Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Komite Sekolah SMK 2 Kendal, Cahyanto. Ia mengaku penarikan SPI tersebut dilakukan dengan musyawarah sekolah dengan komite sekolah tanpa melibatkan orang tua siswa.
“Putusan ini bukan dalam rapat pleno, tapi hanya komite dengan manajemen sekolah saja. Karena kami tidak ingin membebani seluruh orang tua siswa,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kendal memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kendal untuk memanggil Kepala SMK 2 Kendal. Bupati meminta agar kebijakan pungutan SPI dibatalkan, karena membebani orang tua siswa yang tidak mampu.
Bupati menegaskan pungutan SPI yang ditetapkan tanpa melalui rapat pleno yang melibatkan orang tua siswa sudah menyalahi aturan. Seharusnya, komite sekolah mewakili aspirasi dari orang tua siswa. Kalau tidak melibatkan orang tua siswa, kesannya Komite Sekolah hanya menjadi alat bagi sekolah untuk mengesahkan rancangan pengajuan anggaran kepada orang tua siswa.
“Fungsi komite sebagai aspirasi orang tua siswa tidak jalan. Karena itu, saya akan memerintahkan Disdik untuk melakukan evaluasi dan menegur kinerja komite sekolah,” kata Bupati.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kendal mengatakan bahwa SPI pada prinsipnya tidak dilarang. Namun ada syaratnya, tidak sekolah yang mengajukan langsung, tapi komite sekolah yang telah ditetapkan dalam rapat pleno.
“Selain itu, sumbangan bersifat suka rela, dalam arti tidak boleh ditetapkan besaran dan waktu pembayarannya. Jadi tidak bisa sekolah menetapkan dan mematok besaran sumbangan. Kami akan tindak lanjuti laporan ini sesuai instruksi bupati, agar tidak membebani orang tua siswa,” ucapnya. (bud/ida)

Sumber : http://radarsemarang.com/2014/07/02/smk-2-masih-pungut-spi/

Iklan

2 Juli 2014 - Posted by | KENDAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: