KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Rudi Rubiandini Diperiksa untuk Kasus Bhatoegana


SUARA MERDEKA – Kamis, 05 Juni 2014

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini. Pemanggilan terkait penyidikan kasus penerimaan hadiah atau janji dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2013.

Rudi diperiksa untuk tersangka yang merupakan Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Sutan Bhatoegana. ”Rudi Rubiandini diperiksa sebagai saksi,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Rabu (4/6). Sebelumnya, KPK menetapkan Sutan sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji terkait pembahasan APBNPdi Kementerian ESDM 2013.

Sutan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Pernah Menyerahkan

Belum diketahui berapa nilai uang yang diduga diterima Sutan terkait kasus ini. Sementara itu, KPK juga memanggil pelatih golf Deviardi dalam penyidikan kasus dugaan suap terhadap Rudi Rubiandini. Kali ini, Deviardi diperiksa untuk tersangka Artha Meris Simbolon, Presiden Direktur PT Kaltim Parna Industri.

”Deviardi diperiksa untuk tersangka AMS (Arta Meris Simbolon-red),” ujar Priharsa. Dalam amar putusan Rudi Rubiandini pada 29 April lalu, majelis hakim menyebutkan, Rudi pernah menyerahkan 200.000 dolar AS kepada Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana. Uang itu merupakan bagian dari suap yang diberikan oleh Komisaris Kernel Oil Pte Ltd Simon Gunawan Tanjaya kepada Rudi. Suap diberikan Simon melalui Deviardi.

Dalam persidangan juga muncul keterangan terkait penerimaan uang oleh Rudi, antara lain karena dia didesak membantu Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno memuluskan pembahasan anggaran ESDM di Komisi VII DPR.

Meris diduga melanggar Pasal 5 ayat1 a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang 31/1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Rudi diduga menerima 522,5 ribu dolar AS dari Artha Meris Simbolon. Uang itu diberikan agar Rudi merekomendasikan persetujuan untuk menurunkan formula harga gas PT KPI kepada Menteri ESDM. (J13-25,80)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/05/263501

Iklan

2 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: