KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Prabowo Rp 1,6 T, Jokowi Rp 29 M


SUARA MERDEKA – Rabu, 02 Juli 2014

Prabowo Rp 1,6 T, Jokowi Rp 29 M

  • KPU Jamin Laporan Transparan

image
SM/Antaraberdoa bersama: Prabowo dan Jokowi  berdoa bersama ketika menghadiri pengumuman laporan harta kekayaan di Gedung KPU Jakarta, Selasa (1/7).(30)

JAKARTA – Capres Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (1/7). Mereka menegaskan, kekayaan yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 20 Mei dan diklarifikasi pada 25 Juni itu tidak terkait tindak pidana alias bersih. Total harta kekayaan Prabowo mencapai Rp 1,6 triliun dan 7,5 juta dolar AS. ”Harta ini tidak terkait tindak pidana,” tegas Prabowo kemarin.

Jokowi membacakan daftar kekayaan pribadinya di KPU. Sebelumnya, daftar harta kekayaan Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini juga telah diperiksa oleh (KPK). Total harta capres nomor urut 2 itu per 14 Mei 2014 Rp 29.892.946.012 miliar dan 27.633 dolar AS. Capres-cawapres peserta Peilpres 2014 mengumumkan harta kekayaannya di KPU. Satu per satu mereka merinci kekayaannya, sebagai syarat mengikuti Pilpres 2014.  Jokowi juga menegaskan, keseluruhan hartanya telah dilaporkan. “Seluruh harta kekayaan tersebut tidak terkait dengan tindak pidana,” tegasnya.

Harta kekayaan Jokowi mengalami kenaikan sejak terakhir kali dia melaporkan kekayaannya pada 31 Maret 2012. Dalam kurun waktu dua tahun, kenaikan harta Jokowi sebesar Rp 2,64 miliar dan 17.757 dolar AS. Sebelum kembali dilaporkan untuk kepentingan Pilpres 2014, harta kekayaan Jokowi terakhir kali dilaporkan saat hendak mengikuti Pilgub DKI. Berselang dua tahun menjabat Gubernur DKI, harta kekayaan Jokowi mengalami kenaikan.

Tak Memiliki Mobil

Calon wakil presiden Hatta Rajasa mengakui harta bergeraknya bertambah, yaitu berupa mobil pribadi. Sebab, dia tak menerima fasilitas kendaraan dinas sejak berhenti menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. “Tadi saya sudah jelaskan dan kawan-kawan sudah tahu semua. Saya menggunakan kendaraan dinas juga saya mendapatkannya dari kantor, jadi (ketika itu) saya tidak memerlukan,” kata Hatta usai menyampaikan laporan harta kekayaan secara terbuka.

Sebelumnya, Hatta mengaku tidak memiliki mobil dan tidak hanya dia, isterinya Okke Rajasa juga tidak memiliki kendaraan pribadi. Semua mobil yang dipakai adalah kendaraan dinas. “Nah kalau sekarang saya sudah beli (kendaraan pribadi), karena sudah tidak ada lagi kendaran dari kantor,” kata Hatta.

Mengenai dana pribadi yang telah digunakan selama masa kampanye, Hatta belum bisa menjelaskan. Sebab, laporan pengeluaran dana kampanye harus dilaporkan sesuai aturan yang berlaku. “Nanti ada sendiri laporannya,” ujarnya.

Hatta menyampaikan, saat ini dia memiliki total harta kekayaan sebanyak Rp 30 miliar, dengan rincian Rp 30.234.920.584 dan 75.092 dolar AS. Semua harta kekayaannya itu telah diklarifikasi oleh KPK. Harta paling banyak yang dimiliki Hatta yakni berupa harta tidak bergerak. Terdiri dari tanah, logam mulia, batu mulia, barang seni dan barang antik sebanyak Rp 21 miliar.

Setelah membacakan laporan harta kekayaannya di KPU, calon wakil presiden Jusuf Kalla (JK) menyerahkan sertifikat penghargaan wajib pajak. Sertifikat itu diserahkan cawapres nomor urut 2 kepada dua Wakil Ketua KPK yang hadir yakni Adnan Pandu Praja dan Zulkarnaen. Apa alasan JK menyerahkan sertifikat penghargaan wajib pajak itu? “Sesuai permintaan KPK untuk wajib pajak saya sertakan penghargaan wajib pajak selama 5 tahun terakhir. Sebenarnya saya punya selama 21 tahun terakhir. Tapi yang saya kasih 5 tahun terakhir. Semuanya nomor 1 bayar pajak. Dari pajak,” kata JK.

JK mengaku terdapat penambahan harta kekayaan, meski tidak signifikan. “Peningkatan tidak banyak. Karena itu saham tergantung perkembangan perusahaan,” katanya.

“(Ini tanda) Berani terbuka. Lihat saja penghargaannya. Kalau tidak tinggi mana dapat penghargaan,” tutur JK.

Sementara pihak KPU menegaskan laporan harta kekayaan capres dan cawapres memiliki arti yang penting. Jika masyarakat mengetahui harta masing-masing kandidat maka bisa mengukur dan menilai rekam jejak mereka. “Ini menjadi poin penting untuk terinformasikan dengan baik. Ini juga menjamin pemerintahan yang bersih, good government, clean government,” kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah.
Ferry menjamin, proses pemeriksaan kekayaan berlangsung transparan. “Tentunya, hasil pengumuman ini adalah hasil verifikasi dari KPK. Jadi saya yakin ini sudah terkonfirmasi oleh KPK itu sendiri,” jelasnya.

Terkait utang-piutang yang kemungkinan masih menjadi tanggungan keempat kandidat, Ferry memastikan bahwa sudah terkonformasi. Dia mencatat, pada 25-26 Juni seluruh kandidat diundang ke KPK untuk mengklarifikasinya. “Setelah ini, kita informasikan secara luas melalui web kami. Akan dipublish juga,” ucapnya.

Ketua KPU Husni Kamil Manik menegaskan, pihaknya tidak bertanggung jawab atas data kekayaan yang dimiliki masing-masing pasangan capres-cawapres. Menurut dia seluruh data yang dibacakan di depan publik ini adalah tanggung jawab masing-masing calon. Yang pasti menurut Husni harta para capres dan cawapres tersebut sudah diverifikasi oleh KPK.  (F4,viva-80)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/02/266252

2 Juli 2014 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: