KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Lukman Beberkan Modus Penyelewengan Kuota


SUARA MERDEKA – Rabu, 11 Juni 2014

  • Korupsi Dana Haji

JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membeberkan modus penyeleweangan sisa kuota haji. Materi itu menjadi salah satu kasus yang tengah dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut dugaan korupsi penyelenggaraan dana haji. Politikus PPP itu menjelaskan tentang bagaimana sisa kuota itu diselewengkan. Menurutnya, setiap provinsi sudah memiliki kuota untuk jamaah haji setiap tahunnya. Namun nyatanya, seringkali tidak seluruhnya bisa diserap atau dipenuhi. Menurut Lukman, kendalanya bermacam-macam. Bisa saja calon jamaah haji itu meninggal dunia, sakit atau berhalangan. Pemerintah kemudian mengembalikan sisa kuota itu kepada provinsi agar dapat terpenuhi. Namun calon jamaah haji urutan berikutnya terkadang menyatakan tidak siap berangkat. ’’Faktanya tidak bisa seluruhnya, karena urutan berikutnya tidak bisa langsung siap menggantikan,’’ kata Lukman dalam jumpa pers didampingi oleh Pimpinan KPK di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (10/6).

Karena tidak terserap, lanjutnya, sisa kuota itu diberikan kepada Menteri Agama yang memiliki hak dan kewenangan mengatur. Biasanya dibagikan kepada sejumlah pihak mulai dari tokoh-tokoh, instansi serta ormas. ’’Ini yang kemudian berpotensi menimbulkan korupsi,’’kata. Lukman berpendapat, sisa kuota ini akan dikembalikan lagi kepada provinsi. Jika memang tidak bisa terpenuhi, kuota akan tetap diberangkatkan meski tidak penuh. Namun permasalahannya, jika hal itu dilakukan tetap saja terjadi inefisiensi karena katering dan pondokan sudah dibayar oleh negara. Suasana Takut Pada kesempatan itu Lukman juga mengungkapkan adanya suasana ketakutan dan tidak percaya diri dari para pegawai di Kemenag setelah Suryadharma Ali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Suryadharma telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun anggaran 2012-2013. ’’Secara jujur saya harus nyatakan, sebagian pegawai pejabat Kementerian Agama mengalami semacam demoralisasi. Ada semacam suasana yang mencekam, kekhawatiran, ketakutan,’’ kata Lukman.

Menurut Lukman, suasana tersebut masih terjadi karena proses penyidikan kasus korupsi ibadah haji masih terus dilakukan KPK. Sejumlah pegawai dipanggil untuk dimintai keterangan. ’’Memang ada beban tugas lain ketika harus memberikan kesaksian, keterangan, karena keperluan KPK. Tapi mudahmudahan ini bisa teratasi dengan semangat agar penyelenggaraan haji lebih baik,’’ujar Lukman. Selaku Menteri Agama, Lukman menegaskan tidak akan mengintervensi dalam kasus ini. Jika nanti ada jajarannya yang terbukti terlibat dalam kasus ini, dia minta yang terlibat diproses secara hukum. ’’Jadi selama hukum mengatakan yang bersangkutan bersalah dan terbukti melalui proses peradilan, tentu hukum yang bekerja tanpa harus saya berhentikan. Kami ikuti aturan hukum saja,’’ kata Lukman. Sebelumnya, penyidik menjerat Suryadharma Ali melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 uu 31/1999 jo 20/2001 tentang Pemberantasan jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 KUHP. (J13,dtc- 25,80)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/11/264124

2 Juli 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: