KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Jaksa Tolak Novum Untung Wiyono


SUARA MERDEKA – Jum’at, 30 Mei 2014

  • Sidang PK Kasus Korupsi APBD Sragen

SEMARANG – Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen menolak seluruh novum atau bukti baru dalam persidangan peninjauan kembali (PK) yang diajukan mantan Bupati Untung Wiyono di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (28/5).

Meski demikian, Untung selaku pemohon tetap optimistis PK yang diajukannya akan diterima Mahkamah Agung (MA). Tim jaksa yang diketuai Ari Praptono dalam sidang menegaskan, novum yang diajukan pemohon tidak termasuk keadaan baru. Bukti yang diajukan Untung adalah laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jateng, lembar disposisi semasa dia menjabat bupati, dan keputusan Menteri Dalam Negeri tentang pengangkatan dan pemberhentian bupati Sragen.

”LHP BPK Perwakilan Jateng atas Pemkab Sragen tidak termasuk keadaan baru,” ujar Ari dalam sidang yang dipimpin Dwiarso Budi Santiarto. Pihaknya juga memberikan tanggapan atas disposisi Untung Wiyono bertanggal 21 April 2011 semasa menjabat bupati yang memerintahkan agar deposito berisi uang kas daerah di rekening BPR Djoko Tingkir tidak dicairkan. ”Lembar disposisi Bupati Sragen juga bukan keadaan baru.

Sebab terdapat alat bukti keterangan saksi yang menyebutkan bahwa pemohon yang memerintahkan deposito dijadikan jaminan atas pinjaman uang,” tandasnya. Setelah jaksa memberikan tanggapan, bukti-bukti diserahkan untuk dibawa ke MA. Dwiarso Budi menilai sidang sudah cukup. Bukti-bukti itu akan diperiksa majelis hakim MA.

Klaim Tak Bersalah

Usai sidang, Untung tetap yakin PK akan diterima Mahkamah Agung (MA). Sebab, semua novum menyatakan dirinya tidak bersalah. ”Insya Allah, PK saya diterima,” jelas Untung didampingi kuasa hukumnya, Dani Sriyanto.

Dalam perkara tersebut, Untung selaku pemohon PK menyebutkan Bupati Sragen saat ini Agus Fatchur Rahman bertanggung jawab karena memerintahkan pencairan deposito. ”Waktu itu saya mengeluarkan disposisi melarang pencairan deposito karena akan menimbulkan kerugian negara. Namun, bupati sekarang malah memberikan disposisi untuk pencairan,” jelasnya.

Menurut dia, bohong jika ada yang menganggapnya memperkaya diri sendiri. Sebab, ia merasa telah memiliki semua hal dari bisnis yang dijalankannya. Untung terseret perkara dugaan korupsi ABPD Kabupaten Sragen 2003-2010 yang merugikan negara Rp 11,2 miliar. Pada 21 Maret 2012, Untung dinyatakan tak bersalah dan divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang yang diketuai Lilik Nuraeni.

Namun, pada 18 September 2012, Mahkamah Agung yang dipimpin Hakim Agung Artidjo Alkostar dengan hakim anggota Leopold Hutagalung dan Surachmin melalui putusan kasasi menjatuhkan vonis penjara tujuh tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. MA juga memerintahkan Untung menyerahkan uang pengganti Rp 11,2 miliar kepada negara. (J17,J14-59)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/05/30/262847

Iklan

2 Juli 2014 - Posted by | SRAGEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: